RADAR JOGJA – Harga bawang putih di wilayah Sleman mencapai Rp 70 ribu untuk perkilogram. Melambungnya harga bawang putih disebabkan pasokan dari Tiongkok mulai dihentikan, sehingga suplai pasaran semakin menipis.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menjelaskan, pantauan yang dilakukan sampai Jumat (7/2), harga bawang putih di enam pasar masih tinggi. Baik di pasar Prambanan, Godean, Gamping, Pakem, Tempel dan Sleman. Namun, Mae memastikan suplai bawang putih akan aman sampai akhir Maret.

Menurut Mae, saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Provinsi dan pemerintah pusat untuk mendatangkan bawang putih selain dari Tiongkok. Rencananya, impor bawang putih akan dilakukan dari wilayah Mesir, Irlandia, dan Vietnam. “Masih menunggu kebijakan, semoga tidak sampai Maret agar stok aman,” jelas Mae Selasa (11/2).

Tidak hanya mengandalkan impor, bawang putih yang ada di wilayah Sleman juga didapatkan dari daerah Jawa Timur. Mengingat wilayah Sleman tidak memiliki tanah yang cocok untuk membudidayakan bawang putih.

Saat disinggung terkait monopoli harga, Mae mengaku hal tersebut tidak ada. Namun selama ini, kebutuhan bawang putih di Sleman cukup tinggi. Dikarenakan konsumsi dari banyaknya jumlah hotel dan restoran. “Tidak ada penumpukan karena tidak ada gudang penyimpanan bawang putih,” tambah Mae.

Sementara itu, Distributor bawang putih di wilayah Jambon, Trihanggo, Kardimin, 44, mengaku bawang putih di tempatnya dijual dengan harga Rp 40 ribu. Namun, harga bawang putih saat ini tidak bisa dipastikan dan mudah berubah sewaktu-waktu.

Sebelumnya, Kardimin pernah menjual dengan harga Rp 44 ribu, sampai dengan Rp 47 ribu. Belum lagi ditambah dengan ongkos kirim dan berat bersih setiap karungnya. “Jadi wajar kalau sampai pasar harganya bisa sampai Rp 60 ribu. Kalau bawang putih disini, yang mengambil adalah penjual keliling yang dijual lagi per kilo,” ungkap Kardimin.

Kardimin mengaku, kualitas bawang putih dari Tiongkok tergolong bagus dengan harga yang murah. Sedangkan bawang putih dari lokal Indonesia, memiliki bentuk yang lebih kecil dengan harga yang tinggi. Selama ini, Kardimin mendapat pasokan bawang putih dari importir yang ada di Magelang maupun Semarang. Setiap minggunya, Kardimin mampu menjual sampai dengan empat ton. (eno/bah)