RADAR JOGJA – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bantul meringkus lima pelaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang masuk dalam Daftar G.
Kelima pelaku antara lain Rian Hadi Saputro, 20, warga Kota Jogja; Galang Putra Pratama, 18, warga Sleman; Dandi Kresna Bayu Buntara, 21, warga Sleman; Rizal Rois Arrosyid Kaharudin, 19, warga Sleman dan Ilham Pramudya, 21, warga Jogjakarta.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga plastik klip kecil berisikan irisan daun seberat tujuh gram dan satu plastik berisi dua lintingan di dalamya terdapat irisan daun seberat 0,89 gram. Irisan daun itu diduga mengandung narkotika.

Polisi, juga menyita 15 ribu butir pil di dalam 15 toples berwarna putih. Dan enam buah handphone milik pelaku yang digunakan untuk transaksi.

Kaur Bin Ops (KBO) Satnarkoba Polres Bantul Iptu Langgeng Utomo mengatakan, penangkapan pelaku bermula saat Satnarkoba mendapat informasi di sekitar jalan Bugisan sering terjadi peredaran narkoba. Petugas, kemudian menangkap seorang laki-laki bernama Rian, kemudian dilakukan penggeledahan dari tasnya.
”Ditemukan lintingan tembakau gorila dan dua tablet pil alprazolam didalam bungkus rokok,” jelasnya.

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata barang-barang tersebut dibeli dari Dandi, Galang dan Rizal. Dari informasi para tersangka, mereka mendapatkan barang haram tersebut dari online dari sebuah bandar di Jakarta.
Barang haram tersebut, kemudian dijual kembali seharga Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu setiap butirnya. ”Sasaran pembelinya anak-anak muda di kalangan pelajar maupun putus sekolah,” tegasnya.

Pelaku bernama Rizal mengaku mengkonsumsi barang halal tersebut untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi rasa takut. Terlebih Rizal ini merupakan dalam pantauan orang (DPO) karena pernah terlibat kasus kejahatan jalanan menggunakan sajam. Bahkan tercatat sebagai remidisi di Polsek Jetis Kota Jogjakarta.
“Saya pakai biar lebih berani saja,” ucap Rizal singkat.
Dari penangkapan tersebut empat diantaranya dijerat dengan UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan pasal yang disangkaakan pasal 114 ayat 1 dengan ancaman pidana lima hingga 10 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar. Lalu, Ilham di jerat dengan UU no 36 tahun 2009 tenang kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda sekitar Rp 1 miliar. (mel/bah)