Warga yang merupakan golongan lanjut usia (lansia) layak memperoleh kehidupan yang baik. Dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah diperlukan untuk mewujudkan lansia yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.

AHMAD SYARIFUDIN, Magelang – Radar Jogja

RADAR JOGJA – Penyuluh Sosial Muda Dwi Ambar Pratiknyo mengatakan, warga lanjut usia (lansia) sangat membutuhkan dukungan daru keluarganya. Terutaman dukungan dalam upaya peningkatan kesejahteraan mereka.
Dorongan dari keluarga atau lingkungan akan meningkatkan kemampuan lansia memenuhi kebutuhannya secara mandiri. ”Kebiasaan dan lingkungan ini andil besar mencetak lansia yang seperti apa. Misal, dalam kemampuan mengatasi masalah yang dihadapi, melaksanakan peran sosial, dan lain sebagainya,” jelasnya saat dihubungi Selasa (11/2).
Menurut Dwi Ambar, seseorang dapat menjadi lansia yang sehat, aktif, mandiri, berdaya, dan mampu melakukan aktivitas keseharian. Selain itu, mereka tidak mengalami hambatan dalam kemampuan fungsional.
”Lansia yang masuk dalam kriteria itulah, yang ingin kita wujudkan. Baik melalui pemberdayaan maupun sosialisasi,” paparnya
Pemerintah Kota Magelang terus menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan lansia. Khususnya, pemenuhan hal kesehatan, kemandirian, berdaya, dan kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang Wulandari Wahyuningsih mengatakan, upaya pemberdayaan ditempuh untuk memecahkan masalah yang dihadapi para lansia. Hal ini sekaligus agar hak-hak mereka tetap terlindungi.
”Seperti yang kita lakukan kemarin di Aula Panti Asuhan Mahu Dharma Putra, sebanyak 68 lansia potensial di Kota Magelang kita undang mengikuti pembinaan lansia dan keluarga,” jelasnya.
Dinsos rutin menggelar kegiatan semacam ini. Cara itu menjadi strategi paling relevan untuk mewujudkan lansia tangguh, mandiri, berdaya, dan sejahtera. Jangan sampai lansia dianggap beban keluarga.
Menurut Wulan, upaya mewujudkan kesejahteraan lansia menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah.
Sinergitas semua pihak, ujarnya, merupakan upaya untuk memanusiakan lansia. Itu mencakup keluarga terdekat maupun individu dengan meningkatkan kualitas hidup. ”Program semacam ini penting mengingat negara ini akan memasuki bonus demografi lansia 2028-2031 mendatang,” jelasnya. (amd)