EVAKUASI: SAR gabungan saat melakukan evakuasi jasad Jeven Samuel Rendawa yang tenggelam di Pantai Parangtritis Sabtu malam (8/2). ( TIM SAR PARANGTRITIS FOR RADAR JOGJA )

RADAR JOGJA – Korban kecelakaan laut (laka laut) di Pantai Parangtritis atas nama Jeven Samuel Rendawa, 20, mahaiswa asal Pekanbaru akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia kemarin (10/2). Sekitar pukul 06.30, jasad Jeven ditemukan seorang nelayan dalam posisi mengambang sekitar satu kilometer dari bibir pantai.

Evakuasi dilakukan oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan. “Jasadnya ditemukan ke arah timur, 300 meter dari korban tenggelam,”  ungkap anggota SAR Wilayah III Pantai Parangtritis Ali Sutanto di kantornya, Senin (10/2). Korban dievakuasi menggunakan perahu jukung dan selanjutnya didampingi keluarga korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.

Jeven merupakan salah satu korban tenggelam pada Sabtu malam (8/2). Diketahui pada pukul 23.00 dia bersama enam temannya nekat berenang di Pantai parangtritis. Lima teman lainnya berhasil diselamatkan, sementara Jeven dan Eagan Chang Wen Tan, 20,  warga asal Batam, tenggelam terseret ombak. Eagan ditemukan  meninggal ditepian Pantai Parangkusumo Minggu pagi (9/2) pukul 03.00. Ditemukan satu kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian.

Mereka tenggelam karena berenang di bagian palung. Ali Sutanto mengatakan, temuan kasus tenggelam karena berenang di malam hari merupakan hal yang belum pernah terjadi. “Rata-rata korban tenggelam itu di siang hari. Seumur-umur baru kali ini temuan korban laka di malam hari,” ungkapnya.

Berdasarkan data, kasus laka laut SAR Parangtritis pada tahun 2019 mencapai 32 kasus. Dari jumlah itu, 23 kasus berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, satu kasus ditemukan meninggal dunia, tiga kasus penemuan mayat, dan lima kasus ditemukan hidup, tetapi mengalami luka parah. Kasus ini cenderung menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 43 kasus.

Adanya temuan kasus tenggelam di malam hari, pihaknya akan meningkatkan pengamanan agar tim SAR yang berjaga lebih sigap lagi dalam patroli malam. Dia selalu mengimbau kepada pengunjung agar mengindahkan aturan agar tidak berenang terlalu ke tengah. Karena pantai yang dikenal dengan mitos Nyi Roro Kidul itu memiliki banyak palung. “Palungnya berubah-ubah. Palung biasanya ada di ombak yang tenang,”  ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menekankan, Pantai Parangtritis bukanlah pantai yang biasa. Selain memiliki ombak besar yang berbahaya, pantai yang berseberangan dengan Samudera Hindia itu memiliki banyak palung. Artinya, Pantai Parangtritis bukanlah pantai yang layak untuk mandi atau berenang.  “Maka dari itu, pengunjung patut waspada. Lebih baik menikmati keindahan alamnya saja,” tuturnya. (mel/laz)