RADAR JOGJA – Lokomotif uap produksi tahun 1921  milik PT KAI dijalankan kembali. Lokomotif buatan Hanomag Hannover, Linden, Jerman, ini berhasil direstorasi oleh Balai Yasa Jogjakarta sejak April 2019 sampai November 2019 lalu.

Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 6 Jogja Eko Purwanto mengatakan, lokomotif uap D1410 itu kemudian akan dikirim ke Stasiun Purwosari untuk melayani kereta api wisata Jaladara. “Kami akan kirim ini untuk dinas di Purwosari,” katanya saat melepas jalan lokomotif uap dari Stasiun Lempuyangan, Jogja, Kamis (6/2).

Eko menjelaskan, perjalanan lokomotif uap berusia hampir satu abad ini yang kembali melintasi jalur Lempunyangan hingga Purwosari itu merupakan peristiwa sejarah. Ini karena Stasiun Lempuyangan menjadi sesuatu yang sangat penting karena lintas Lempuyangan-Purwosari terkahir dilewati lokomotif uap setelah 30 tahun lalu.

Meskipun kembalinya lokomotif itu untuk perjalanan dinas. “Ini secara teknis sudah siap operasi memenuhi syarat. Dari sini akan jalan seperti napak tilas bahwa perjalanan ini memiliki makna yang penting,” ujar Eko.

Dia menuturkan yang melakukan restorasi tidak terlepas dari para ahli teknisi kereta api. Ternyata yang dulu juga pernah mengoperasikan lokomotif uap. “Sekarang mereka masih kami perlukan. Betul-betul yang konsen punya komitmen di sini,” jelasnya.

Terakhir melakukan perjalanan dinas lokomotif uap pada 1977. Merupakan lokomotif salah satu andalan di kawasan kereta api. Di-review ulang karena memang terdapat beberapa yang masih bisa direstorasi dan diaktifkan kembali. Dan menjadi restorasi perdana lokomotif uap yang dilakukan Balai Yasa.

Sebelum direstorasi, disimpan di Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. “Nah ini bisa dihidupkan untuk generasi ke depan perjalanan kereta api. Termasuk kereta api yang mulai dari dulu teknologinya sudah berubah, kita ada buktinya sekarang,” terangnya.

Menurut data, lokomotif uap ini memiliki panjang 12,6 meter dengan lebar 3 meter. Kecepatan maksimal saat masih aktif mencapai 70 kilometer per jam. Bahan bakar yang digunakan batubara dan kayu jati. Tenaga penggeraknya berupa sistem uap kering atau superheater. (wia/laz)