BERDUKA: Fitria Sisca Dewi menunjukkan foto Odi, korban laka yang diduga terserempet KBM BPBD Bantul, kemarin (1/2). (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA – Suasana duka dirasakan keluarga Herni Windarningsih, 54, dan Wahyu Suprayogi, 54, warga  Padukuhan Ngimbang RT 21, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

Baru dua hari kehilangan putra bungsunya Odi Pisnanda, 29, kemarin (1/2), disusul cucunya Muhammad Affan Abian, 3,5. Keduanya merupakan korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di Padukuhan Tempel, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Rabu (29/1) lalu. Korban diduga terserempet kendaraan bermotor (KBM) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.

Kakak kandung Odi, Fitria Sisca Dewi, 31 mengaku, belum mengetahui pasti kronologis dan penyebab kecelakaan yang menimpa adik dan keponakannya itu. Dia belum memperoleh keterangan langsung dari pihak kepolisian atas peristiwa tersebut. “Penyebabnya simpang siur. Ada yang bilang laka tunggal. Ada yang bilang tertabrak bus pariwisata. Ada yang bilang juga terserempet mobil BPBD,” ungkap Sisca di kediaman korban, kemarin (1/2).

Akibat kecelakaan itu Odi mengalami luka di bagian kepala karena terbentur tiang listrik. Sementara Affan terjatuh ke aspal mengalami patah tulang paha kiri dan leher.

Saat itu, Odi hendak mengantar anaknya, Affan, untuk  pergi renang di Sangkeh, Srigading, Sanden. Sekitar pukul 14.00 keduanya pergi. Sekitar satu jam kemudian, dia mendapatkan kabar bahwa adik dan keponakannya itu mengalami kecelakaan dan sudah dibawa ke RS Panembahan Senopati.”Sampai sana Affan masih dalam perawatan. Kata dokternya, Odi masih di jahit,” ungkap Sisca dengan raut sedih.

Setengah jam menunggu, seorang dokter kemudian memberitahukan bahwa Odi meninggal dunia dalam perjalanan ke RS. Dua hari dirawat di RS Panembahan Senopati, Affan dirujuk ke RS Sardjito maupun RS Panti Rapih Jogjakarta. Karena penuh, dia dirujuk ke RS Islam Klaten pada Jumat pagi. Sore harinya, Affan meninggal dunia. “Saya nggak tahu jelas. Saat kejadian ada saksi atau tidak. Saya pun kesulitan mencari tahu,” tuturnya.

Kejadian tersebut, keluarga mengaku ikhlas melepas kepergian Odi dan Affan. Wahyu, orang tua Odi berharap pihak polisi dapat mengusut tuntas kejadian tersebut. Sehingga kronologi peristiwa jelas. Dia juga berharap kepada pihak-pihak yang terlibat dalam laka tersebut untuk menemui keluarga korban dan bertanggungjawab atas kejadian. “Ya paling nggak silaturahmi. Syukur mau bertanggungjawab,” tuturnya.

Dari beragam informasi yang dia terima, pihak yang diduga terlibat dalam laka tersebut, pun tidak ada satupun yang mendatangi keluarga korban ataupun ucapan bela sungkawa. Dia meminta, polisi memberikan kejelasan atas kasus tersebut.

Kepala Unit (Kanit) Laka Satlantas Polres Bantul Ipda Maryono belum mendapatkan keterangan pasti penyebab laka tersebut karena minimnya saksi. Pihaknya hanya menerima laporan bahwa sepeda motor yang ditunggangi Odi maupun KBM BPBD melaju dari arah yang bersamaan. Dari arah Utara menuju Selatan. “Tidak ada bukti kuat. Dugaan sementara terserempet KBM BPBD,” ungkapnya.

Sejumlah barang bukti pun sudah diamankan. Pihaknya juga akan mendalami lebih lanjut KBM yang dikendarai anggota Tim BPBD bernama Heri Cahyana, 30, warga Tirtohargo, Kretek. (mel/din)