RADAR JOGJA – Hujan lebat dan angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir membuat tanah di sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang mengalami longsor. Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang Edy Susanto menjelaskan, bencana kali ini menyebabkan beberapa rumah rusak. ”Dengan bantuan warga dan relawan sudah selesai dibenahi,” jelasnya saat dihubungi Selasa (28/1).

Hujan lebat terus turun sejak Minggu (26/1). Hujan dengan intensitas sedang-lebat tersebut menyebabkan tanah mengalami longsor. Di Dusun Kesingan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, material longsoran mengenai pagar rumah milik Kamsu, 72.

”Hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Pakis sejak pukul 13.00 hingga sore hari menyebabkan tebing setinggi kurang lebih 15 meter dengan panjang 10 meter longsor. Dimensi longsoran tebal material 1-5 meter sepanjang 8 meter,” jelas Edi.

Sedangkan pada Senin (27/1), tanah longsor terjadi di empat wilayah. Tiga di antaranya termasuk Kecamatan Salaman. Kecematan lainnya yakni Kajoran. Belasan rumah rusak ringan akibat kejadian ini.

Salah satunya terjadi di Dusun Kalisari, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman. Sebanyak delapan rumah terancam terkena material longsor.

”Dua rumah sudah diusulkan relokasi ke hunian tetap dan masih menunggu serah terima kunci. Sampai dengan saat ini, di area tanah longsor, tanah masih bergerak dan berpotensi terjadinya longsor susulan,” jelasnya.

Sedangkan di Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, hujan dengan intensitas sedang-lebat terjadi selama tiga jam antara pukul 13.30 hingga 16.00. Hujan tersebut memicu tebing setinggi kurang lebih empat meter dengan panjang sekitar empat meter longsor. Akibatnya, rumah milik Muhammad Taufik, 50, rusak ringan. Rumah itu rusak pada bagian dinding kamar mandi.

Tanah longsor juga terjadi di Dusun Gorangan, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman. Terjadi juga kali longsor. Tanah material longsoran mengancam satu rumah. Selain itu, material longsor menutup akses jalan.

Tebing setinggi kurang lebih 15 meter longsor sehingga mengancam rumah milik Slamet, 48. Tebung yang longsor itu setinggi sekitar enam meter dengan panjang sekitar tujuh meter dan ketebalan satu meter.

Di lokasi lain, tebing setinggi enam meter dengan dimensi longsoran sepanjang 3 meter dan ketebalan setengah meter juga longsor. Meterial longsoran sempat menutup akses jalan desa.

Hujan lebat juga menyebabkan Sungai Buthek meluap dan menyebabkan banjir. Tepatnya, di Dusun Tuwanan, Desa Wonogiri, Kecamatan Kajoran. Rumah milik Muntiah, 80, rusak ringan.

Aliran sungai mengikis tanah di sekitar talud. Dinding rumah milik Mutiah rumah mengalami retakan.

”Sebelumnya, jarak rumah Ibu Muntiah dengan sungai dua meter dan sudah dibuat talut permanen dengan panjang delapam meter tinggi empat meter. Namun, karena terletak di tikungan sungai, talut penahan terkikis aliran sungai,” jelas Edy. (asa/amd)