RADAR JOGJA – Nahas dialami Sugiran warga Ngunung, Mulo, Wonosari. Dia tewas tertimpa bangunan kandang ayam pedaging tempat mereka bekerja, kemarin pagi (22/1). Yang memilukan, dia tewas dengan posisi melindungi sang istri Tarmiyati. Tarmiyati luka di bagian tulang belakang.

Kejadian pilu tersebut berlangung di Dengok IV, Dengok, Playen. Namun warga setempat baru mengetahui empat jam kemudian. Bangunan kandang ayam itu diduga ambruk karena kayu tiang penyangganya lapuk.

Menurut keterangan Petugas Penyuluh Lapangan PT Tulus Kencana Sumber Sejahtera Arif Hudarmanto, pasutri tersebut berkerja menjadi penjaga kandang sejak 20 hari terakhir.  Jauh sebelum peristiwa nahas terjadi, sebenarnya kondisi kandang dalam pemantauan.

Diperparah dengan tingginya curah hujan pada malam hari sebelum kejadian. Kondisi ini diperparah karena di beberapa titik kadang kayu sudah mengalami pelapukan. Semua saling berkaitan sehingga peristiwa itu terjadi. “Kapasitas kandang lebih dari 7.000 ekor. Namun kami kurangi menjadi sekitar 5.000 ekor. Karena pertimbangan-pertimbangan tertentu,” kata Arif Hudarmanto.

Hanya saja, peristiwa ambruknya kandang pihaknya tidak tahu persis. Menurut keterangan warga terdekat, nyaris tidak terdengar suara gemuruh di lokasi kejadian. Tiba-tiba, pada pukul 8.00 warga mendengar suara minta tolong dari balik reruntuhan.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, saat dilakukan evakuasi, kondisi kedua korban mengenaskan. Atas kejadian ini pihaknya berharap kepada semua agar berhati-hati ketika bekerja. Dia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran. Kehingga tidak terulang. (gun/din)