RADAR JOGJA –  Korban penipuan berkedok investasi yang dilakukan pasangan suami istri Muh Wahyudi-Indriyana Fatmawati terus bermunculan. Salah satunya Lutfi Kurniawan, 38, seorang pengusaha asal Purwomartani, Sleman. Dia mengaku menjadi korban investsasi bodong UD Sakinah ini dengan total kerugian Rp 1,2 miliar.

Dikatkan Lutfi,  setidaknya ada puluhan korban lain yang juga ikut termakan investasi bodong dengan usai penyuplai makanan ke sejumlah hotel berbintang milik pasangan Muh Wahyudi dan Indriyana Fatmawati itu. Adapun total kerugian seluruh nasabah ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

“Setelah kasus penipuan ini mencuat, ternyata korban UD Sakinah cukup banyak. Di WA grup yang kami buat, ada sekitar 45 orang yang jadi korban. Total kerugiannya mencapai Rp 64 miliar,” ungkap Lutfi ketika dihubungi Radar Jogja Kamis (23/1).

Ia menceritakan, awal mula masuknya ke dalam investasi bodong itu karena tergiur keuntungan yang didapat saudaranya, yang terlebih dahulu menjadi investor di UD Sakinah. Dua tahun berselang investasinya berjalan lancar.

Adapun investasi yang ditawarkan adalah sistem bagi hasil dari keuntungan investor ke nasabah. Dengan pembagian keuntungan yakni 55 persen untuk investor dan 45 persen untuk pemilik investasi. Namun ketika keuntungan sudah mencapai miliaran rupiah, ia mulai merasakan kejanggalan.

Menurut Lutfi, pemilik usaha Muh Wahyudi dan Indriyana Fatmawati mulai banyak beralasan, ketika para investor ingin menarik profit yang didapatkan. “Akhir Desember, kami mulai susah untuk penarikan. Alasannya ada tutup buku dan lain-lain. Lama-lama mulai sulit dihubungi, dan sekarang tidak tahu keberadaannya,” ungkapnya.

Lutfi mengaku dalam investasi UD Sakinah dia dan beberapa investor lainnya tidak dilandasi dengan surat perjanjian terlebih dahulu. Dia hanya bermodal rasa saling percaya terhadap pemilik usaha dagang ini. Adapun dasarnya, karena kedua pelaku penipuan dikenal sebagai sosok yang santun dan agamis.

Selain itu, adanya testimoni dari orang terdekatnya juga membuat ia percaya dengan investasi tersebut. “Saya juga lihat di ruang tamunya itu ada foto dia umrah bareng Habib Syech. Ketika ngomong investasi pun tahu tentang riba dan mengerti syariat Islam. Sehingga saya yakin,”  ujarnya.

Kini Lutfi dan puluhan korban penipuan investasi UD Sakinah hanya bisa meratapi nasibnya. Pasalnya, kedua orang pemilik usaha itu tidak bisa dihubungi dan keberadaanya belum diketahui. Ia sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Lutfi berharap keberadaan kedua pelaku segera ditemukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sebelumnya, Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal menyatakan, kasus ini sudah dilaporkan para korbannya, sehingga pihaknya segera memburu untuk menangkap dua pelaku penipuan ini. “Laporan terkait kasus ini sudah kami terima. Ada dua saksi yang kami mintai keterangan. Unit Reskrim juga sudah terjun mencari keberadaan pelaku. Kami terus kawal kasus ini,” katanya. (inu/laz)