RADAR JOGJA – Budi daya lele dengan sistem bioflok yang diterapkan SMA Taruna Nusantara Magelang mampu menghasilkan lele kualitas premium. Namun, pemasaran lele tersebut masih menghadapi kendala.

Menurut Penanggung Jawab Operasional Lele Bioflok SMA Taruna Nusantara Maulana, kendala utama pemasaran adalah harga. Sejauh ini belum ada harga ideal. Harga lele kualitas premium tersebut masih dihargai sama seperti lele umumnya.

Harga pasaran lele dijual mulai Rp 15 ribu per kilogram. Khusus harga untek lele dengan bududaya sistem bioflok, idealnya harga mencapai Rp 20 ribu per kilogram.

“Kami sudah melakukan uji rasa. Hasilnya memang berbeda dengan lele kebanyakan. Tapi, masih dihargai seperti lele biasa,” jelasnya.

Selama ini, lele yang diproduksi SMA Taruna Nusantara lebih banyak dipesan anggota sekolan tersebut. Selaijn itu, dipesan untuk program-program khusus. “Beberapa disumbangkan ke pondok pesantren. Ada juga yang ke rumah makan,” jelasnya.

Seorang tenaga tim kolam SMA Taruna Nusantara Eka Novan Ardianda, menjelaskan, lele bioflok memang membutuhkan penanganan khusus. Di antaranya, pakan dan probiotik, misalnya. Tiap fase membutuhkan racikan yang berbeda-beda. “Disesuaikan dengan kebutuhan dari tiap fase,” jelasnya.

Pakan yang beredar di pasaran tidak serta merta bisa digunakan. Mereka melakukan fermentasi pakan agar nutrisi dapat mencukupi. Selain itu, mereka juga mengembangkan pakan sendiri dari berbagai bahan. (asa/amd)