RADAR JOGJA – Rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem untuk bakal calon kepala daerah Pilkada 2020 Gunungkidul belum juga turun. Meski demikian, dari belasan nama yang masuk penjaringan, kader internal justru menjanjikan untuk digarap.

Ketua DPW Nasdem DIJ Subardi mengatakan itu kepada wartawan di Wonosari, Kamis (22/1). Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi DIJ itu menyebut, agenda konfrensi pers sekaligus  menjawab isu yang belakangan muncul.

Menurutnya, saat ini lagi viral, isu Wahyu Purwanto (anggota Dewan Pertimbangan DPW Nasdem DIJ, Red) mengundurkan diri. “Lha, majunya kapan? Belum pernah maju kok mundur?’’ tanya Subardi.

Menurutnya ini pendapat yang menyesatkan publik. Karena itu dia yang memiliki tanggung jawab kaitannya dalam Pilkada, menegaskan Nasdem tetap pada aturan main. “Yakni akan mengusung calon yang surveinya baik,” tegasnya.

Dikatakan, sekarang tahapannya penjaringan. Kemudian Februari masuk survei. Sebanyak 11 pendaftar, termasuk Wahyu Purwanto, akan dilihat seberapa kuat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitasnya.“Seorang Wahyu Purwanto ada isu mundur langsung viral, ini menarik. Sukses sosialisasi Wahyu, tapi ini belum bicara tentang elektabilitas dan akseptabilitas,” ucapnya.

Selanjutnya, viralnya kabar tersebut tinggal dikemas sebagai berita positif. Dia beranggapan, hal ini merupakan berita yang menjadi perhatian publik. Sosialisasi Wahyu Purwanto sukses.“Saya tidak mengatakan kuat atau tidak, tapi sosialasasinya sukses. Tinggal bagaimana mengemas supaya positif,” ungkapnya.

Namun demikian, posisi Wahyu Purwanto peluangnya tetap sama dengan 10 orang pendaftar lainnya untuk mendapatkan surat rekomendasi dari DPP. Nah, siapa nanti akan diusung diputuskan oleh DPP.

Apakah akan berkoalisi dengan partai lain? Meski bisa mengusung calon sendiri pihaknya tetap membuka peluang komunikasi dengan parpol di luar Nasdem. Koalisinya dengan partai lain namun satu misi.

Sekretaris DPD Nasdem Gunungkidul Agustinus Sujatmo mengatakan 11 nama telah mendaftar melalui DPD dalam tahapan penjaringan. Nama-nama tersebut tak diungkapkan. Hanya salah satunya Wahyu Purwanto. (gun/din)