RADAR JOGJA – Kasus peredaran obat-obatan terlarang psikoptropika dan mnuman keras (miras) di wilayah hukum Polres Kulonprogo cukup memprihatinkan. Bahkan, Januari belum genap sebulan, Satuan Reserse Narkoba Polres Kulonprogo telah mengungkap sembilan kasus.

Ironisnya, dua di antara para tersangka berstatus pelajar dan masih di bawah umur. “Berawal dari kasus klitih, kami mensinyalir salah satu pemicunya dari peredaran narkoba, psikotropika dan miras,” kata Kasatresnarkoba Polres Kulonprogo AKP Munarso, Kamis (23/1).

Sembilan kasus itu, rinciannya dua kasus minuman keras (miras), tindak pidana peredaran psikotropika (dua), dan peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar (lima). Dua pelajar ini dia tidak hanya memakai.Tetapi juga mengedarkan. ‚ÄúSatu kami tahan dan satu lagi kami titipkan ke orangtuanya,” jelasnya.

Para pelaku dijerat Pasal 65 UU No.5/1997 tentang Psikotropika, serta Pasal 196 dan Pasal 197 UU No.36/2009 tentang Kesehatan serta Perda No. 11/2008 tentang Larangan dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol.

Salah satu tersangka, Yosep Ari Wibowo mengaku menjual obat psikotropika atas permintaan teman. Ia mengaku hanya menjual, tidak mengonsumsi. (tom/din)