RADAR JOGJA – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Jogjakarta sempat digegerkan dengan kabar persebaran penyakit menular. Yakni virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV) atau kerab disebut virus corona.

Dikabarkan virus tersebut sudah menimpa pasien rumah sakit ini. Pesan itu disebar melalui pesan singkat WhatsApp. Nah, informasi itu kemudian membuat resah pasien maupun masyarakat yang ingin berkunjung ke rumah sakit ini.
Direktur Utama RSUP Sardjito Darwito menampik informasi tersebut dan menyebutnya sebagai hoax. Dikatakan, hingga saat ini belum ada temuan kasus penyakit virus corona yang menimpa perawat maupun pasien. Informasinya ada dua orang yang sudah terpapar virus ini.”Kami nyatakan itu tidak benar,’’ tegasnya kemarin (22/1).
Meskipun belum ada temuan, Darwito mengaku pihak rumah sakit sudah melakukan langkah antisipatif. Yakni dengan menyiapkan segala fasilitas maupun tenaga kesehatan apabila ada temuan penyakit tersebut.
RSUP Dr Sardjto merupakan salah satu rumah sakit di Jogjakarta yang bisa menjadi rujukan apabila ada masyarakat yang sudsh terpapar virus tersebut. “Kami sudah siapkan sejak lama untuk penanganan virus tersebut. Termasuk ambulans dan ruang perawatan khusus jika terjadi sesuatu,” ungkapnya.
Corona merupakan sebuah virus asal Cina yang dapat menyerang sistem pernafasan manusia. Umumnya virus tersebut terjangkit pada hewan. Namun tidak menutup kemungkinan bisa menyerang manusia.
Dampak virus tersebut memang sudah terjadi di negara asalnya dan sudah membunuh beberapa orang. Namun, Darwito mengimbau masyarakat tidak panik. Karena belum ada temuan kasus di Indonesia.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diminta untuk menjaga kondisi tubuh agar terus dalam keadaan fit. Hal itu akan mencegah penyakit masuk ke dalam tubuh manusia. Yang terpenting adalah pola makan sehat dan menjaga kondisi tubuh, serta tidak lupa cuci tangan. “Apabila masih khawatir, kami bisa melakukan check up,’’ ujarnya.
Wakil Kepala Medis IGD RSUP Sardjito Andreas Dewanto meminta masyarakat waspada terkait persebaran penyakit tersebut. Dia pun berharap masyarakat bisa menunda kunjungan ke negara yang sudah terpapar virus Corona. Hal itu untuk upaya antisipasi masuknya virus ke Indonesia. (inu/din)