RADAR JOGJA – Kesadaran pengguna jalan menaati alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di Simpang Lima Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) masih rendah. Itu terpantau saat uji coba yang dilakukan Selasa (21/1).
Dari pantauan di lapangan, dijumpai masih banyak pengendara yang tidak mengindahkan isyarat dari APILL tersebut. Banyak pengendara sengaja menerobos lampu merah yang seharusnya berhenti. Akibatnya kemacetan pun terjadi. Karena dari arah lainnya kendaraan melaju karena lampu sudah hijau.
Tak hanya itu, antrean kendaraan cukup panjang juga terlihat dari arah barat menuju timur. Antrian kendaraan juga terdapat di sisi selatan. Ukuran jalan yang relatif sempit membuat kendaraan sulit masuk. Karena harus berpapasan dengan kendaraan yang berhenti di lampu merah. Belum lagi adanya kendaraan yang terparkir di bagian depan toko waralaba yang berada persis di sisi APILL bagian selatan.
“Tapi ini sudah lumayan cukup bisa mengurai kemacetan yang biasanya sering terjadi setiap jam sibuk,’’ kata Aziz Abdullah, 23 salah satu pengguna jalan. Mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Jogjakarta ini menyebut, sebelumnya antrian serta alur laju kendaraan yang tidak beraturan sering terjadi di simpang ini. Sekarang agak mending. Ada sudah mau berhenti. Sehingga agak teratur.”Tapi masih ada juga yang menerobos,’’ ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Mardiana mengatakan, APPILL di Simpang Lima UNY ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan serta kemacetan. Dia tidak menampik kalau masih banyak terjadi pelanggaran. Itu karena pengendara belum terbiasa.
Untuk itu, dishub akan melakukan pengawasan secara periodik. Ini agar hasil pemasangan APILL tersebut bisa sesuai ekspetasi. Dishub mengatur durasi waktu lampu, khususnya lampu hijau di sebagai berikut. Dari arah barat 45 detik.Hal tersebut dilihat dari antrean panjang kendaraan yang sering terjadi.”Dari timur 30 detik. Dari selatan dan utara 20 detik,’’ jelasnya. (inu/din)