RADAR JOGJA – Hama tikus menjadi ancaman terbesar petani  Desa Argosari, Sedayu, Bantul. Khususnya yang menyerang di kawasan perbatasan Moyudan, Sleman.

Endemis yang memiliki nama latin rattus argentiventer itu sulit diberantas. Mereka merusak tanaman, dan tak sedikit petani yang gagal panen di wilayah tersebut.

Wilayah yang rentan terhadap serangan hama tikus berada di tiga pedukuhan. Di antaranya Padukuhan Jaten, Botokan, Jurug.

Ketua Gapoktan Pertanian Suratman menyebut, total lahan pertanian di Desa Argosari ada 198 hektar. Luasan tersebut terbagi di 9 kelompok tani (poktan). Pada pola tanam sebelumnya, lahan yang terserang hama tikus sekitar 80 hektar.  “Tikus menyerang bibit padi yang akan ditanam,” ungkap Suratman Senin  (20/1).

Tikus kerap menyarang di saat musim panen. Dari satu petak lahan, hanya 60 persen dapat dipanen. Upaya pemberantasan hama tikus denan cara gropyokan dan menyediakan rumah burung hantu yang dilakukan petani selama ini dinilai kurang optimal.

Cara Gropyokan yang sifatnya sementara tidak mampu memakan endemis yang juga sering disebut den baguse itu. Sementara itu, belum semua rumah burung hantu bermanfaat. Sebab, populasi burung hantu di wilayah tersebut masih minim.  “Keberadaan burung hantu tak sebanding dengan populasi tikus,” katanya.

Selain hama tikus, sulitnya air juga menjadi kendala pemanfaatan lahan pertanian. Karena jika musim kemarau panjang, sebagian lahan pertanian kesulitan air. Terutama di sisi Selatan Desa Argosari. Akibatnya tak sedikit petani yang membiarkan tanahnya menganggur. “Karena tidak semua lahan terjangkau air,” ungkapnya.

Lurah Desa Argosari Hidayaturachman mengungkapkan, serangan hama tikus dapat ditekan apabila semua petani kompak dalam menerapkan pola tanam. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan padi. Padahal untuk menekan hama tikus dapat digunakan dengan mengubah pola tanam palawija.

“Nah, mayoritas petani enggan beralih tanaman. Mereka sulit kompak,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini telah mendalami bagaimana menantisipasi hama tikus. Ke depan, akan dilakukan cara tanam dengan sistem mina padi. Yakni, membuat kubangan di sekeliling sawah dan memberi benih ikan. “Sehingga, tikus sulit menjangkau padi.  Solusi lainnya memasang plastik di sekeliling lahan,” bebernya. (mel/bah)