RADAR JOGJA – Saat ini sudah masuk musim penghujan. Tapi intensitasnya masih rendah. Hal itu sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian. Namun kondisi pasca-tanam benih padi secara umum diklaim Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) masih aman.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, hujan menghilang sejak enam hari terakhir. Meski demikian, belum ada laporan dari petani mengenai dampak yang ditimbulkan.

“Belum ada laporan dampak hilangnya hujan terhadap pertanian, masih aman,” kata Raharjo Yuwono kemarin. Menurutnya, jika mengacu pada informasi dari BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika) hujan diprediksi turun Selasa hari ini.

Diharapkan hujan turun merata, sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Harapanya hasil produksi meningkat. “Seperti akhir tahun lalu, secara keseluruhan LTT (luas tambah tanam) telah mencapai 41.626 hektare atau 85,2 persen dari target 48.825 hektare,”  ujarnya.

Meliputi luas tambah tanam padi sawah dan padi lahan kering. Untuk itu, Tim DPP melaksanakan gerakan tanam (gertam) padi dan jagung di Karangmojo. Selain itu, pihaknya juga berharap petani melakukan pengamatan hama pada saat padi mulai tumbuh.

“Selain pengamatan terhadap hama, tanaman padi harus diberikan pupuk agar terhindar dari serangan hama. Paling lambat pada saat berusia dua minggu sudah dipupuk,” ucapnya.

Sementara itu, seorang petani di wilayah Desa Putat, Kecamatan Patuk Ranto Wiyatno mengaku resah karena belakangan intensitas hujan menurun. Tanaman padi lahan sawah yang jauh dari aliran air mulai mengering.

Harapannya, hujan lekas turun agar tumbuh kembang tanaman normal. “Saluran irigasi tidak sampai ke ujung, karena debit airnya sedikit,” kata Ranto. (gun/laz)