RADAR JOGJA – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah titik di Kota Magelang mengalami longsor.  Selain itu, sungai meluap. Musibah ini terjadi sejak Senin (15/1).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono, menyatakan komponen bencana di Kota Magelang sudah meninjau ke lokasi. Mereka langsung melakukan penanganan.

“Kepada lurah dan camat, serta OPD (organisasi perangkat daerah) terkait untuk waspada terhadap bencana alam di tengah cuaca yang cukup ekstrem ini,” jelas Joko saat dihubungi Minggu (19/1)

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mencatat ada lima titik daerah yang mengalami musibah tersebut. Di wilayah Kecamatan Magelang Utara meliputi Kelurahan Kedungsari dan Kelurahan Potrobangsan.

Di Kecamatan Kedungsari, air Sungai Manggis meluap. Genangan air sempat merendam jalan dan masuk perkampungan. Wilayah yang terdampak antara lain RW 6, RW 7, RW 8, dan RW 5. Namun, genangan air tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian, arus air sungai normal kembali.

Meski demikian, jalan menuju rumah khusus (rusus) di RT 6 RW 2 Kedungsari ambrol. Jalan ini sebelumnya sudah retak.

Sedangkan di Kelurahan Potrobangsan, hujan menyebabkan debit air Kali Bening meningkat. Air sungai itu meluap. Luapan air meluber hingga masuk ke rumah warga.

Selain itu, tebing talud longsor di samping rumah warga yakni Asep di RT 8 RW4 mengalami longsor. Material longsor dari talud yang longsor selebar sekitar enam meter itu sempat menutup jalan kampung. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Di Wilayah Kelurahan Kramat Selatan, tebing dengan lebar sekitar empat meter dan kedalaman lima meter longsor. Akses jalan dari perempatan Sanden menuju arah utara sempat ditutup. Sebab, jembatan yang berada di dekatnya sedikit ambles akibat kejadian itu.

Warga melakukan kerja bakti. Mereka dibantu personel TNI dan Polri.

Sekda Joko memerintahkan aparat setempat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Keswapadaan diperlukan mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

Selain itu, bakal dibangun pos komando (posko) penanggulangan bencana. Posko melibatkan OPD terkait  di antaranya Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Magelang, Dinas Sosial Kota Magelang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Magelang, Dinas Kesehatan Kota Magelang, RSU Tidar, RSUD Budi Rahayu, dan Bagian Kesra Setda agelang.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, Pemkot Magelang sudah berkomunikasi dengan pihak yang berwenang atas peristiwa yang terjadi di Kedungsari. Menurutnya, air Sungai Manggis yang meluap disebabkan karena sedimen sungai yang menumpuk.

“Sedimennya (Sungai Manggis) harus dilihat, jangan sampai numpuk. Kalau numpuk tidak dibersihkan debit air akan naik. Harapan saya, penanggung jawabnya punya kepekaan. (Sungai) lewat di tengah (permukiman) tapi tidak dipelihara, penduduk sekitar jadi korban,” katanya disela pembukaan kejuaraan tenis lapangan Baveti Kota Magelang Cup di Lapangan Moncer Serius Magelang (17/1).

Sigit menegaskan, jajarannya sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Dia mengimbau masyarakat untuk waspada dan menjaga lingkungan masing-masing tetap bersih. (asa/amd)