Muhammad Adi Saputra, 26, dan Suprapti, 25, terpaksa harus mengucapkan janji suci pernihakan di bangsal RSUD Wates, Kulonprogo, kemarin (19/1). Ijab kabul pernikahan digelar di rumah sakit itu karena mempelai pria sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas di Sentolo dan masuk ICU.

HENDRI UTOMO, Kulonprogo, Radar Jogja

RADAR JOGJA – Sambil tergolek lemah di bangsal, Muhammad Adi Saputra membaca ijab kabul dibimbing penghulu KUA Wates Zamroni. Sementara wali nikah Kamidi yang tidak lain ayah Suprapti, dengan penuh khidmat mendampingi. Cukup satu kali ucapan, muda-mudi yang sudah delapan tahun pacaran ini sah menjadi pasangan suami istri.

Penghulu KUA Wates Zamroni mengatakan, selain ijab kabul semua syarat pernikahan tetap dipenuhi, kendati prosesi dilakukan di rumah sakit. Hanya saja prosesnya lebih singkat tanpa ada pengantar dan sambutan-sambutan.

“Ijab kabul rencananya dilaksanakan di rumah mempelai perempuan. Namun karena pengantin pria kecelakaan, akhirnya dilaksanakan di sini. Karena di rumah sakit, prosesi dibuat lebih singkat, dan alhamdulillah semua berjalan lancar,”  katanya.

Menurutnya, sebagai petugas pencatat nikah, dirinya belum bisa mengeluarkan buku nikah. Ini karena mempelai pria belum bisa membubuhkan tanda tangan. Tangan Adi Saputra masih sakit. Namun itu bisa disusulkan. “Besok kalau mempelai pria sudah sehat, ke kantor untuk tanda tangan buku nikah,” ujarnya.

Adi Saputra mengungkapkan ia sangat senang dan lega karena bisa melangsungkan pernikahan, kendati harus dilaksanakan di rumah sakit. Saudara dan teman-temannya juga daang untuk menyaksikan. “Meski kondisi saya seperti ini, saya tetap senang, bahagia,”  ungkap warga Pedukuhan II, Demen, Temon, Kulonprogo, ini.

Sementara mempelai putri, Suprapti juga tak kalah bahagia bisa menikah dengan laki-laki idamannya. Ia tidak menyangka hari bahagia yang dinantikan harus dilaksanakan di rumah sakit. “Kami pacaran sudah delapan tahun sejak kelas 3 SMK,” ujar warga Warga Wonosidi Lor, Wates, Kulonprogo, ini.

Ia mengaku tetap senang kendati pernikahan dilakukan dengan segala keterbatasan. Suprapti mengaku akan setia mendampingi sang suami hingga sehat kembali. Suaminya itu sudah 10 hari harus opname karena kecelakaan. “Kami tetap bahagia. Masalah pesta atau bulan madu, bisa dilakukan besok kalau sudah sehat,” katanya. (laz)