RADAR JOGJA – Dua pelajar di Kabupaten Magelang dibekuk Polres Magelang karena membawa senjata tajam sejenis celurit. Mereka berinisial SW dan RA.

Mereka merupakan pelajar di sebuah sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Salam. Keduanya mengaku membawa senjata tajam itu untuk melakukan aksi tawuran dengan pelajar SMK lain.

”Mereka merencanakan tawuran,” jelas Wakapolres Magelang Kompol Eko Mardiyanto dalam gelar perkara di Mapolres Magelang Senin (13/1).

Menurutnya, penangkapan kedua pelajar itu bermula dari informasi yang diperoleh jajarannya. Informasi tersebut menyebutkan ada pelajar yang akan tawuran. Lokasi tawuran diketahui di Dusun Pendem, Desa Jumowo, Kecamatan Salam.

”Kemudian (polisi) dari Polsek Salam mendatangi. Didapati pelajar yang membawa senjata tajam. Saat ini pelajar tersebut kita proses dikenai pasal UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman sepuluh tahun,” jelasnya.

Diperkirakan, sebanyak 30 pelajar akan melakukan aksi tawuran tersebut. Mereka mengaku menyimpan dendam turun temurun dari angkatan sebelumnya.

Kepolisian masih menyelidiki dari mana para pelaku mendapat celurit tersebut. ”Dia tidak bikin. Hanya disuruh mengambil senjata tajam oleh temannya,” jelas Eko.

Dari tangan mereka, petugas juga menyita tiga celurit. Eko menjelaskan, celurit tersebut sengaja dititipkan di sebuah warung di sekitar sekolah. Selanjutnya, tersangka menyembunyikannya di dalam jaket yang dikenakan.

”Kami tidak melakukan penahanan karena tersangka masih anak-anak. Mereka masih berusia 17 tahun. Selanjutnya akan kami proses dengan tetap memperhatikan hak-hak perlindungan anak,” jelasnya.

Saat ini pelajar yang terlibat membawa senjata tajam tersebut masih aktif mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya. Belum ada sanksi dari pihak sekolah terkait aksi ini. ”Masih berproses,” jelasnya. (asa/amd)