RADAR JOGJA – Keberadaan Keraton Agung Sejagad (KAS) yang berpusat di Purworejo menyedot perhatian masyarakat. Kelompok tersebut berkegiatan Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Mereka menyebut kekuasaan yang mereka miliki meliputi seluruh dunia. Pemimpin kelompok ini, yang disebutkan sebagai raja dengan sebutan sinuhun adalah Totok Santosa Hadiningrat.

Kelompok itu menjadi pembicaraan masyarakat saat sekumpulan orang yang bergabung di dalamnya menggelar wilujengan pekan lalu. Dalam foto yang beredar di media sosial, kegiatan jumenengan yang dilaksanakan anggota KAS digelar layaknya sebuah kirab budaya.

Ada beberapa penyebutan untuk orang per orang. Di antaranya, orang yang menjadi pemimpin disebut dengan sinuhun.

Kelompok KAS sudah cukup lama beraktivitas. Anggotanya banyak yang berasal dari luar kota.

Sebagai penanda keberadaan keraton, di lokasi tersebut terdapat bangunan berbentuk seperti pendapa. Pendapa tersebut tampak belum selesai dibangun.

Di sebelah utara pendapa terdapat sebuah kolam. Kolam itu sangat disakralkan.

Penanda lainnya adalah sebuah ”prasasti”. ”Prasasti” tersebut bertuliskan huruf Jawa.

Totok Santosa, ketika dimintai keterangan, mengklaim, keberadaannya untuk meneruskan janji Kerajaan Mataram sebagai kerajaan pemersatu dunia. “Pekan lalu kami mengadakan wilujengan keraton agung ini. Kegiatan itu untuk menyambut kehadiran sri maharatu atau maharaja Jawa kembali ke Jawa,” kata Totok Senin (13/1).

Menurutnya, keberadaan mereka adalah penuaian janji lima ratus tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit. Yakni, sejak 1518 sampai 2018.

Perjanjian itu dilaksanakan oleh Dyah Ranawijaya, sebagai penguasa terakhir imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang-orang Barat di Malaka pada 1518. “Dengan selesainya perjanjian itu maka kekuasaan harus dikembalikan ke tanah Jawa,” jelas Totok.

Totok menyatakan, keberadaan kerajaan itu akan memperbaiki kemerosotan sistem dunia yang meliputi sistem kedaulatan, sistem bernegara, dan sistem pemerintahan. Selain itu, dia mengklaim wilayah kekuasaan mereka adalah seluruh negara di dunia. (udi/amd)