RADAR JOGJA – Menghadapi ancaman bencana hidrometrologis di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Palang Merah Indonesia (PMI) DIJ menyiapkan sarana prasarana untuk mengantisipasi keadaan darurat. Salah satunya dengan mengaktifkan Posko PMI se-DIJ.

Wakil Ketua Penanggulangan Bencana PMI DIJ Arif Rianto Budi Nugroho menjelaskan, pihaknya menyiagakan personel terlatih untuk kesiapsiagaan serta melakukan respons awal jika terjadi bencana. Untuk jumlah relawan PMI DIJ tercatat 8.001 orang dari Palang Merah Remaja (PMR), 3.032 Korps Sukarela (KSR), 1.037 Tenaga Sukarela (TSR), dan Donor Darah sukarela 29.720 orang.”Hal ini dibarengi dengan koordinasi baik internal PMI maupun instansi dan lembaga untuk kecepatan respons tanggap darurat, ” kata Arif Sabtu (11/1).

Ketua PMI DIJ GBPH Prabukusumo menjelaskan, yang tidak kalah penting dan perlu dicermati adalah peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan masyarakat saat tanggap darurat. Selain itu, pengembangan sumber daya, pembinaan relawan serta akuntabilitas publik pada pengelolaan keuangan.

PMI DIJ juga harus cepat mengerahkan dan mendistribusikan semua potensi yang dimiliki seperti relawan, mobil ambulans, truk tangji, perahu karet water torn, berbagai bantuan logistik serta layanan kesehatan. Tercatat pada 2019, PMI DIJ telah menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana, krisis kesehatan, kekeringan, angin kencang dan lainnya. Selai di DIJ juga di luar provinsi yang membutuhkan. “Tercatat 52.784 orang penerima manfaat, ” jelas Gusti Prabu.

Guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, pada 2019 PMI DIJ menambah 17 unit ambulans terdiri dari dua ambulans transportasi, satu ambulans gawat darurat serta enam ambulans motor. Pihaknya juga telah berhasil menyusun 69 standar operasional prosedur sebagai petunjuk pelaksanaan teknis PMI se-DIJ.

PMI DIJ juga telah mendistribusikan air bersih 6.166.500 liter untuk wilayah terdampak kekeringan. Seperti Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo. (eno/din)