JOGJA, Radar Jogja – Menandai berakhirnya proses perkuliahan mata kuliah Fotografi Cetak Tua, Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, menyelenggarakan pameran Alternative Photographic Process Week (APHIC) 2019 di Jogja National Museum (JNM), 26-31 Desember 2019. Pameran ini merupakan penyajian hasil pembelajaran para mahasiswa selama satu semester terakhir.

Setelah melalui rangkaian proses pembelajaran, diskusi, dan eksplorasi artistik, para mahasiswa ini pun berhasil mewujudkan ragam karya menarik. Namun untuk menjaga kualitas dan mengajarkan tentang proses pameran yang baik, para mahasiswa juga diajak untuk melewati proses kurasi oleh kurator Irwandi dan Novan Jemmi Andrea, yang akhirnya memilih 74 pengkarya untuk memamerkan karyanya.

“Pameran APHIC Week merupakan akumulasi proses pembelajaran Fotografi Cetak Tua yang bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan keterampilan khusus, yang membedakan dari lulusan lembaga pendidikan fotografi lainnya,” Irwandi.

Beragam teknik cetak tua ini, antara lain, seperti teknik cyanotypes, vandyke brown print (VDB), gum bichromate, bahkan yang terbaru carbon transfer print, dryplate, dan gumoil, yang membutuhkan pemahaman dan perhatian khusus. Pada teknik cetak tua itu, para pameris menggunakan media-media yang selama ini jarang terpikirkan untuk dijadikan sebagai media cetak foto. Seperti daun, keramik, kanvas, kaca, atau bahkan ada juga yang menggunakan media emas putih.

Teknik cetak tua itu dapat menghasilkan gambar-gambar yang memiliki warna dan kontur menarik. Namun proses itu juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Bisa beberapa hari, tergantung materi dan teknik yang digunakan,” ujar Albert Prawira, salah satu pameris.

Pameran fotografi ini menarik perhatian banyak wisatawan. Salah satunya Pelangi Febriana. Pengunjung asal Bandung ini mengaku tidak terlalu paham dengan dunia fotografi. Namun, ia terkagum-kagum dengan teknik cetak yang dipamerkan para pameris. “Menarik, pasti sulit sekali prosesnya,” kata Pelangi. (cr12/laz)