RADAR JOGA – Tahun 2019 tinggal hitungan hari. Tapi proyek pembangunan gedung olahraga (GOR) di komplek Stadion Cangkring, Wates, Kulonprogo jauh dari selesai. Kondisi itu mendapat sorotan Komisi III DPRD Kulonprogo.

PT Heri Jaya Palung Buana sebagai rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Sanksi tegas diminta disiapkan untuk sang kontraktor. “Kami minta pemkab Kulonprogo tegas memberikan sanksi. Ini dipastikan terlambat, pekerjaan baru 94 persen, masih harus memasang atap dan lantai,” kata wakil Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Yuliyantoro saat memimpin sidak Selasa (23/12).

Ditegaskan, sesuai dengan regulasi, denda yang dikenakan sebesar 1/1.000 dari nilai kontrak kerja Rp 12,8 miliar, atau setara dengan Rp12,8 juta per hari.”Kami tidak mau tahu alasan mereka, yang jelas sudah ada keterlambatan, sanksi tetap harus diberikan,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut dia, hasil komunikasi dengan pihak rekanan pekerjaan akan diselesikan maksimal enam hari ke depan. Dengan tenggat waktu itu, pekerjaan harus diawasi baik dari sisi kualitas bangunan dan keselamatan kerja. “Jangan sampai karena mengejar waktu pengerjaan asal-asalan memburu cepat, pekerjaan tetap harus berkualitas. Pemerintah juga harus tegas, ketika terjadi keterlambatan dan melebihi tahun anggaran dilakukan pemutusan kontrak kerja,” ujarnya.

Anggota Komisi III, Sarkowi menambahkan, alasan pekerjaan molor karena lahan belum siap tidak bisa dijadikan alasan. Seharusnya, ketika memang lahan belum siap, konsultan perencana tidak mengajukan lelang pekerjaan.”Kalau administrasi belum siap jangan dilelang, kami butuh kontrak kerja efektif,” ucapnya.

Legislator lainnya, Pancar Topo Driyo menyatakan, keterlambatan adalah resiko kontraktor, rekanan harus berani bertanggungjawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja. “Rekanan harus bisa berhitung waktu, termasuk rangka atap yang katanya harus import,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora), Sumarsana mengungkapkan, denda atas keterlambatan pekerjaan akan berlaku efektif mulai besok pagi. Dinas memberikan waktu agar pekerjaan yang ada bisa diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran selesai.”Mereka janji enam hari selesai, kami akan melakukan pemantauan dan pengawasan setiap hari,” ungkapnya.

Pelaksana Lapangan, PT Hery Jaya Palung Buana, Dimas Nur Adi mengatakan, pekerjaan tersisa enam persen. Empat persen pengerjaan atap dan dua persen lantai. “Kami akan memaksimalkan tim yang ada,” ucapnya. (tom/pra)