RADAR JOGJA – Pemkot Jogja sudah memfasilitasi angkutan shuttle wisata. Dengan Si Thole di Njero Beteng maupun bus Transjogja untuk wisatawan dari parkir GOR Amongraga ke Malioboro. Tapi belum dengan wisatawan yang memilih berjalan kaki dari parkir Ngabean.
Seperti Adnan. Pemandu wisata yang membawa para siswa SMP dari Banten. Dengan pertimbangan jarak yang dekat, dari Ngabean ke Keraton Jogja, dan tarif shuttle yang dinilai mahal, dia mengajak para siswa berjalan kaki ke Keraton. “Kasihan anak-anak, bolak-balik Rp 10 ribu, karena dekat kami jalan saja,” ungkapnya Senin (23/12).
Tapi selama perjalanan dia harus ekstra waspada. Terlebih sekitar 100 siswa harus berjalan beriringan di antara padatnya Jalan Agus Salim hingga Jalan Kauman. Ditambah lagi trotoar yang sempit dan terdapat parkir kendaraan. “Ya tidak nyaman, khawatir juga kalau tertabarak atau terserempet, jalannya juga sempit,” ujarnya.
Dia pun meminta supaya Pemkot Jogja bisa memfasilitasi wisatawan low budget dengan jalur pedestrian yang nyaman. “Ini kan juga jalur wisata, harusnya ditata biar menarik,” sarannya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Agus Arif Nugroho menilai jarak antara TKP Ngabean dan Senopati memiliki jarak dekat dengan obyek kedua wisata tersebut. Sehingga menjadi pilihan bagi masing-masing wisatawan “Ya pilihan mereka kalau mau jalan kaki,” katanya.
Agus menjelaskan pemkot telah menyediakan pilihan fasilitas seperti shuttle si Thole untuk wilayah njeron beteng maupun becak dan andong untuk mengantarkan wisatawan sampai pada tempat tujuan. “Kalau masalahnya terkait tarif itu relatif,” ujarnya.
Sehingga hal tersebut tidak diperlukan fasilitas pendukung tambahan seperti shuttle Bus Transjogja. Pun belum ada rencana untuk memilih menyediakan fasilitas untuk wisatawan yang low budget misalnya mengantarkan wisatawan di dekat obyek atau fasilitas trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki. “Justru wisata berjalan kaki itu hal yang biasa terjadi di mana pun,” ucapnya.
Kendati demikian, tentunya kondisi-kondisi seperti itu akan menjadi catatan untuk pembangunan fasilitas kedepanya. “Dan untuk fasilitas pedestrian secara bertahap pemkot sedang berproses,” ujarnya. (cr15/pra)