RADAR JOGJA – Jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pertamina Regional DIJ dan Jawa Tengah menaikkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 14 persen dari stok harian sebesar 1.954 kiloliter. Jumlah itu mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 11 persen.
Sales Area Manager wilayah DIJ Pande Made Andi Suryawan menjelaskan, Pertamina membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengoptimalkan penyaluran BBM di DIJ. Diprediksi pada liburan tahun ini akan terjadi lonjakan penggunaan BBM seiring peningkatan wisatawan yang masuk ke DIJ untuk menikmati akhir tahun.
“Arus wisatawan yang akan datang ke wilayah Jawa Tengah dan DIJ menggunakan jalur darat diprediksi akan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya,” jelas Pande kepada wartawan Selasa (17/12).
Disebutkan, Pertamina akan melakukan penambahan stok BBM jenis gasoline menjadi 2.234 Kiloliter. Prediksi kenaikan konsumsi tertinggi produk BBM jenis gasoline akan terjadi pada produk Pertamax dan Pertamax Turbo dengan masing-masing presentase peningkatan sebesar 18 persen dan 20 persen.
Pertamax diprediksi akan naik dari rataan normal sebesar 264 kl menjadi 311 kl. Sedangkan Pertamax Turbo dari 6 kl menjadi 7 kl. Sedangkan untuk jenis BBM Gasoil akan ada kenaikan sebesar 3 persen menjadi 454 kiloliter.
Kenaikan BBM jenis gasoil di Jogjakarta diperkirakan terjadi karena banyaknya kendaraan pribadi bermesin diesel yang akan bergerak atau masuk ke wilayah DIJ.
Sejak dibukanya tol Trans Jawa, wilayah kerja Petamina MOR IV menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin berlibur akhir tahun karena dapat dijangkau dengan mobil pribadi secara cepat. “Selain menambah stok, kami juga mengoptimalkan pelayanan BBM dan LPG di seluruh wilayah operasional,” jelasnya.
Selain itu, pengamanan distribusi di wilayah DIJ dilakukan dengan menempatkan SPBU kantong. Yakni, menempatkan mobil-mobil tangki dengan isi di SPBU. Disebutkan, akan ada 7 SPBU kantong yaitu 3 SPBU di wilayah Sleman, 2 SPBU di wilayah Gunungkidul, 1 SPBU di wilayah Bantul, dan 1 SPBU di Kulonprogo.
Sedangkan untuk kesiapan stok LPG khususnya di DIJ, untuk PSO akan ditambah sebanyak 6 persen dari rataan normal yaitu 356 metric ton (mt) menjadi 378 mt. Dan gas LPG non PSO ditambah sebanyak 34,6 persen dari 66 mt menjadi 89 mt.
“Penambahan gas non PSO lebih besar karena diprediksi tempat usaha, terutama kuliner akan lebih banyak operasional seiring peningkatan kunjungan wisata,” jelasnya. (bhn/laz)