RADAR JOGJA – Ribuan orang berkostum tokoh wayang, pejuang, dan adat Nusantara mengikuti Kirab Budaya Nitilaku di Jogjakarta Minggu pagi (15/12). Mereka berjalan kaki menempuh rute sekitar enam kilometer dari Pagelaran Keraton Jogja menuju Malioboro, Tugu, Jetis, dan berakhir di kawasan Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta.

Ribuan orang itu merupakan alumni, sivitas UGM, dan masyarakat umum. Sejumlah tokoh tampak sebagai peserta. Di antaranya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Tampak pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang mengenakan kostum wayang.

Kegiatan ini dihelat sebagai puncak perayaan Dies Natalis Ke-70 UGM. Selain itu, untuk mengenang prosesi perpindahan kampus UGM dari Pagelaran Keraton Jogja ke Bulaksumur. ”Momentum ini juga menjadi ajang pertemuan para alumni UGM yang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia serta sivitas UGM yang memiliki latar belakang beragam,” jelas Rektor UGM Panut Mulyono di Keraton Jogja.

Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo menuturkan, kegiatan yang rutin dihelat sejak 2012 ini diharapkan bisa membuka memori UGM lahir berkat peran Keraton Jogja dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. ”Dari situ, kami bisa menempati tugas masing-masing membangun negara,” ucapnya.

Ganjar mengaku bangun pukul 03.30 untuk mengikiti kirab ini. Dia senang mengenakan kostum wayang karena menjadi visualisasi perjuangan. Kegiatan ini juga menjadi ajang guyub alumni UGM. ”Cari sewa kostum wayang angel (sulit), harus tangi setengah papat (bangun pukul setengah empat). Tapi, ini (Nitilaku) yang selalu unik, nyeleneh, dan ngangeni”, ucapnya.

Pawai yang menonjolkan aspek budaya diharapkan menggugah peserta untuk terus melestarikan budaya. Menurut Ganjar, budaya perlu menjadi tata nilai yang dipegang, sekaligus sesuatu yang bisa dipakai dalam relasi sosial. ”(Kebudyaan) sekaligus bisa dipakai untuk menjalin relasi sosial dan politik. Rasa-rasanya, kalau kita mendekati dengan cara budaya, lebih enak,” ucap Ganjar.

Ketua Nitilaku Hendrie Adji Kusworo mengungkapkan, kegiatan bertajuk Menggugah Warisan Bersama Kebangsaan dan Berbudaya ini juga menjadi acara kultural yang dihadirkan bagi masyarakat Jogja, yang telah menjadi bagian penting dari keberadaan UGM. ”Ini menjadi event hiburan bagi masyarakat. Bukan hanya yang ikut barisan, tapi juga terlibat dalam aktivitas di kiri-kanan jalan,” paparnya. (cr16/amd)