RADAR JOGJA – Maraknya kuliner makanan saat ini tidak menyurutkan niat Ngadinem melestarikan olahan makanan tradisional serabi. Jajanan serabi kocor yang dia buka sejak 1998 di selatan Pasar Niten, masih bertahan. Setiap harinya selalu ludes dibeli pelanggan.

“Serabi kocor ini masih banyak peminatnya, alhamdulillah selalu habis,” ungkapnya. Itu karena Ngadinem selalu mempertahankan keaslian. Bahkan sudah 21 tahun masih menggunakan cara memasak yang sama. Dimasak di atas cobek dan diungkep.

Dimasak di atas tungku berbahan kayu.  “Tidak ada yang beda dari pertama saya buat,” katanya. Itu tampak jumlah tungku yang digunakan masih sama. Yakni empat tungku.

Serabi kocor merupakan serabi yang dinikmati dengan juruh dari kelapa dicampur  nangka. Untuk adonannya dibuat dari tepung beras dan santan. Adonan dibuat fres seketika warung dibuka. Tanpa pengawet dan pewarna.

Nikmatnya serabi kocor ini rata-rata digandrungi oleh generasi di bawah tahun 1990-an. Bahkan tak sedikit peminat dari luar kota. Serabi kocor dibuka setiap sore pukul 15.00 hingga malam hari, di Jalan Bantul,  selatan Pasar Niten, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. (mel/laz)