RADAR JOGJA – Soto lesah, biasanya, tak hanya bisa dinikmati saat menjelang malam. Sebab,warung soto lesah di Kota Magelang rata-rata buka pada waktu tersebut. Kini soto lesah dapat disantap saat pagi dan siang.

Dua bersaudara yakni Murwani, 49, dan Kasmi, 56, mencoba peruntungan. Mereka menyajikan soto lesah pada siang hari.

Mereka membuka Warung D’Lesah. Ternyata, respons masyarakat cukup baik. ”Dari awal buka, yang datang bisa lima puluh sampai seratus pengunjung,” jelas Kasmi.

Mereka mendapat resep soto lesah dari sang ibu. ”Sebelumnya terima pesanan. Awalnya berpikir biasanya soto lesah kan bukanya malam. Lah ini kami mencoba membuka yang pagi. Kami ingin menunjukkan lesah itu tidak hanya dinikmati khusus malam, bisa juga untuk pagi,” jelas Murwani.

Tak hanya masyarakat dari Kota Magelang yang membeli soto lesah di Warung D’Lesah. Banyak pengunjung dari luar kota yang datang untuk mencicipi nikmatnya soto lesah buatan mereka. Terutama wisatawan.

”Dari luar kota dari Semarang, Salatiga, Jogja. Ramainya tidak tentu, kadang siang kadang sore,” jelasnya.

Kasmi menyatakan, mereka selalu memakai daging ayam kampung sebagai bahan tambahan soto lesah. ”Kalau pakai ayam boiler, tidak laku. Saya juga heran, pernah coba,” jelasnya.

Untuk lauk tambahan seperti telur bacem,dia hanya memakai telur bebek. ”Kalau pakai telur ayam, jadinya agak lembek. Kalau telur bebek kan agak kenyal. Memang beda,” jelasnya.

Menu yang disajikan di warung itu beragam. Selain soto lesah, ada sayur lodeh, sup, empis-empis, dan sambal tumpang.

Selain menyediakan berbagai pilihan menu khas pedesaan, mereka juga menghadirkan suasana zaman dulu. Berbagai interior seperti gerobak panggul sampai kursi penjalin dihadirkan untuk menambah kesan klasik. Termasuk beberapa foto Kota Magelang zaman dulu yang ditempelkan di sela-sela dinding.

”Ke depan mau bikin paket untuk pelajar yang tidak terlalu mahal,” jelasnya. (asa/amd)