Radar Jogja – Perempuan didorong untuk terlibat membangun desa. Caranya, dengan ikut mendaftarkan dalam pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada Sabtu (21/12).
“BPD berperan dalam pengawasan anggaran. Sekaligus sebagai penyeimbang jalannya pemerintahan desa. Keterwakilan perempuan dalam BPD sangat dibutuhkan,” kata Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati (11/12).
Pemilihan BPD akan dilaksanakan serentak di 87 desa se-Kulonprogo. Dilakukan selama dua hari. Ada dua mekanisme pengisian anggota BPD, pemilihan langsung dan musyawarah.
“Perempuan memiliki etos kerja lebih baik dari pria. Dari sisi pengawasan juga lebih cermat dan ulet. Tidak bisa dinafikan, peran anggota BPD laki-laki kadang kurang peka terhadap aspirasi masyarakat,” kata Akhid.
Dia mengapresiasi Desa Karangwuni, Kecamatan Wates terkait keterwakilan perempuan. Berbanding lurus dengan APBDes Desa Karangwuni yang kini berpihak pada perempuan.
“Kami mendorong desa lain mengikuti Karangwuni. Perempuan jangan alergi terlibat pembangunan di segala aspek dan tingkat,” ujarnya.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Aparatur Pemerintah Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Kulonprogo, Risdiyanto telah menyiapkan logistik untuk pemilihan BPD perwakilan perempuan.
Panitia pemilihan BPD Desa mengajukan permohonan pinjam logistik ke DPMDP2KB. Pemkab memiliki logistik untuk pemilihan langsung. Barang tersebut disimpan di gudang KPU kabupaten.
“Pemkab berkoordinasi dengan KPU kabupaten untuk mengambil logistik. Kotak dan bilik suara disimpan di gudang KPU kabupaten,” ujar Risdiyanto. (tom/iwa)