Radar Jogja – Pembinaan atlet cabang olahraga renang di Kabupaten Purworejo masih terkendala fasilitas berlatih. Kolam yang ada belum memenuhi standar.

“Kita memiliki banyak atlet di tingkat SD (sekolah dasar). Tapi saat memasuki SMP (sekolah menengah pertama) mulai menurun dan saat SMA (sekolah menengah atas), jumlahnya bisa dihitung,” kata Dito, pelatih sekaligus pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Purworejo di sela kejuaraan kabupaten (kejurkan) renang kelompok umum di Kolam Renang Artha Tirta (10/12).

Dalam kejurkab itu dilombakan beberapa kelas disesuaikan kelompok sekolah. Mulai taman kanak-kanak/pendidikan anak usia dini, SD, SMP, dan SMA. Kejuraan diikuti 190 peserta.

Menurut Dito, besarnya jumlah atlet saat usia dasar lebih dikarenakan faktor kesukaan anak. Namun, mereka sulit menjaga semangat itu karena minimnya fasilitas berlatih dan kesempatan mengikuti lomba.

ā€¯Selain itu, saat usianya mulai besar juga sudah beralih hobihnya. Seperti bermain basket, futsal, atau lainnya,” tambah Dito.

Diungkapkan, kolam renang di Purworejo belum ideal untuk olahraga renang. Termasuk di Artha Tirta dan Alam Tirta. Kedua kolam itu lebih digunakan untuk penyaluran hobi dan berolahraga ringan.

“Standar layak dari kolam renang kita masih jauh. Harus ada pemecah ombak di kanan-kiri kolam. Sementara yang kita punya ini masih model dulu dan tidak cocok untuk kegiatan perlombaan,” tutur Dito.

Ketua PRSI Purworejo Netra Asmara Sakti mengatakan, kejuaraan renang di Purworejo sangat minim. Tercatat hanya ada dua kegiatan yakni pekan olahraga daerah dan kejurkab.

“Mereka yang ingin benar-benar serius menjadi atlet renang biasanya menambah jam terbang dengan mengikuti perlombaan di luar kota, seperti di Solo, Semarang, atau Temanggung,” kata Netra.

Menurutnya, selama ini cabang olahraga renang masih kurang familiar di tengah masyarakat. Hanya orang-orang tertentu saja yang paham dan mengikutsertakan anak untuk mengikuti les renang yang ada.

Dia berharap ada peningkatan kualitas standar kolam renang di Purworejo. Setidaknya, Arta Tirta yang merupakan milik Pemkab Purworejo disulap menjadi kolam kelas lomba. Jika hal itu terwujud, Purworejo bisa memiliki kegiatan lomba sendiri.

“Sebenarnya di Kemenpora ada program pelatihan bagi pelatih renang. Tapi, kita tidak bisa mengambil karena terbatasnya fasilitas latihan ini,” ungkap Netra.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaharaga (Dindikpora) Purworejo Sukmo Widi Harwanto mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti jika ada usulan peningkatan kualitas kolam renang. Dia siap mengawal usulan tersebut.

“Tidak hanya atlet saja yang diuntungkan jika kita memiliki kolam renang standar. Tapi, juga Purworejo secara umum, karena akan menjadi perhatian dari daerah yang lain,” kata Sukmo. (udi/amd)