Radar Jogja – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Kulonprogo naik. Sedangkan stok barang diklaim masih aman.
Lonjakan harga tersebut terpantau Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIJ. Mereka melakukan pantauan harga di Pasar Bendungan, Wates, kemarin (11/12).
Tim Pengendali Inflasi DIJ ditemani tim dari Dinas Perdagangan Kulonprogo. Mereka memastikan harga dan ketersediaan pangan aman. Paling tidak untuk empat bulan ke depan.
Pengecekan makanan dan minuman (mamin) yang mengandung bahan kimia dan formalin juga dilakukan. Namun tidak ada temuan mamin berbahaya. Tim dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan DIJ Tri Saktiyana.
“Hasil pemantauan, ketersediaan barang aman. Beras lokal dan dari Dlanggung sekitar 40 ribu ton. Cukup untuk Kulonprogo, Jogja, Gunungkidul, Sleman, dan Bantul. Selama empat bulan ke depan,” kata Saktiyana.
Kenaikan harga relatif wajar. Harga beras naik Rp 300 per kilogram. Minyak goreng, harganya berfluktuasi, yakni Rp 1.200 hingga Rp 2.000 per kilogram.
‘’Harga minyak goreng naik dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu. Masih terjadi kenaikan harga, baik minyak goreng curah maupun kemasan,” kata Saktiyana.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Kulonprogo, Agus Suryanto mengatakan sudah disiapkan stok minyak goreng sekitar 2 ton per hari. Sejauh ini belum ada indikasi kekurangan stok.
“Produksi minyak goreng terus mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Jadi stok tidak ada masalah. Aman,” kata Agus. (tom/iwa)