RADAR JOGJA – Pupus sudah harapan tim Sepak Bola Putra Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) untuk berlaga di PON XX Papua 2020. Itu menyusul kekalahan 0-3 dari tuan rumah Jawa Timur (Jatim) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa(10/12).

Dalam laga kedua Grup 2 tersebut, DIJ dibungkam Tim Jatim tiga gol tanpa balas lewat Ahmad Farid Fauzi pada menit ke-31, (52′) dan Rezky Renaldy El Has (76′).

Meski gagal mengantarkan Tim DIJ berlaga di ajang PON tahun depan, pelatih Sepak Bola Putra Pra-PON DIJ Erwan Hendarwanto sangat mengapresiasi kerja keras timnya. Erwan menyadari komposisi pemain yang dimiliki Jatim terbilang cukup mumpuni. “Kami sudah memaksimalkan segala yang kami punya. Hanya saja nasib kami tidak bagus,” ungkapnya.

Selain itu, persiapan yang dilakukan Jatim juga lebih matang ketimbang DIJ. Karena itu, dia mengakui apabila timnya kalah secara kualitas. “Mereka luar biasa karena disatukan dalam kurun waktu dua tahun,” imbuh mantan asisten pelatih PSIM Jogja itu.

Erwan menilai timnya tak bermain buruk. Hanya saja beberapa peluang yang didapat tak mampu dikonversikan menjadi gol. Selain itu, kesalahan yang dilakukan anak asuhnya, justru menjadi bumerang sendiri bagi timnya. Terlebih, diakui Erwan secara taktik, strategi, dan teknik Tim Jatim memang lebih mendominasi.
Jatim berhak berlaga ke ajang PON XX Papua 2020 mendatang. Pelatih Sepak Bola Putra Pra-PON Jatim Rudy Keltjes mengaku sangat senang dengan hasil yang didapat. Rudi juga cukup puas dengan permainan yang ditunjukkan anak asuhnya. “Namun saya lebih puas kalau bisa mendapatkan emas PON,” ujarnya. (cr18/din)