RADAR JOGJA – Kalangan legislatif di DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja mengganti tiap pohon perindang di jalan yang ditebang. Mereka mengingatkan supaya kasus saat pembongkaran pohon perindang di Jalan Terban, tapi tidak diberi penggantinya tak terulang.

Saat ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja menambah kapasitas simpang di lengan barat simpang empat Wirobrajan juga di Jalan Mataram. Dampaknya, pohon perindang di sana harus dipindah. “Setiap pohon perindang yang ditebang harus diganti,” tegas anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Cahyo Wibowo Senin (9/12).

Cahyo menjelaskan, keberadaan pohon perindang di jalan saat ini juga masuk dalam perhitungan ruang terbuka hijau publik (RTHP). Dan saat ini prosentase RTHP di Kota Jogja belum memenuhi target 20 persen dari total wilayah. Apalagi fungsi pohon perindang yang juga menyerap gas buang kendaraan. “Fungsinya tak sekadar supaya tidak panas saja,” ujarnya.

Karena itu, politikus PKS itu meminta supaya DLH Kota Jogja, tidak menebang habis pohon yang sudah besar. Tapi bisa memindah ke lokasi baru. Sehingga tidak perlu menanam lagi dari awal.

Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas, Dishub Kota Jogja, Windharto mengatakan penambahan kapasitas itu sebab melihat tingginya arus lalu lintas yang terjadi. Untuk di simpang empat Wirobrajan, terutama dari luar kota. “Di sana setiap pagi antriannya panjang sekali,” kata dia di sela kegiatan di pedestrian Jalam Sudirman, Senin (9/12).

Agus menjelaskan akibat tingginya arus lalu lintas yang terjadi setiap pagi menyebabkan kapasitas hentiannya terlalu panjang. Sehingga dia menambah lebar jalan sisi utara dari awalnya tujuh meter menjadi delapan meter. Dengan membongkar dan memindahkan batako median jalan satu meter ke selatan. “Ya kapasitas ditambah satu meter supaya antriannya lebih pendek,” ujarnya.

Lanjut dia, simpang tersebut yang paling krusial dan memungkinkan untuk dilebarkan. Sehingga akan mampu menambah kapasitas kendaraan yang berhenti. Pun, Dishub juga telah membongkarl batako median jalan yang berada di simpang belakang Hotel Inna Garuda. “Itu nanti untuk persiapan Malioboro semipedestrian,” paparnya.

Sementara, Kepala DLH Kota Jogja Suyana mengatakan, beberapa tempat pada divider yang telah ditanami pohon pada titik yang dilakukan pembongkaran. Khusus di titik belakang Hotel Inna Garuda, dia akan menggeser pohon yang ada ke sisi kanan maupun ke kiri. “Idealnya seperti itu, cuma di kanan dan di kiri ada tempat tidak,” katanya.

Suyana menambahkan beberapa tempat yang dilakukan pembongkaran divider dimana terdapat pohon di sana. Maka akan dilakukan penggeseran pohon tersebut untuk kebutuhan yang lebih besar. “Kalau di Wirobrajan saya belum tahu. Selama ini yang saya tahu sudah koordinasi baru di belakang hotel Inna Garuda saja, tapi nanti kami lihat dulu,” imbuhnya. (cr15/pra)