RADAR JOGJA – Suhu politik di Sleman menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 kian memanas. Kejutan demi kejutan mulai muncul ke permukaan. Kepala Desa (Kades) Condongcatur Reno Chandra Sangaji yang sebelumnya dikabarkan akan maju sebagai Sleman 2 atau calon wakil bupati, kini menyatakan diri  maju sebagai calon bupati.

Keputusan itu diambil setelah melihat banyaknya dukungan masyarakat yang tergabung dalam Sembodo 2020. Mereka mendesak agar Reno menduduki kursi Sleman 1. “Dari dukungan Sembodo 2020  ingin agar ada perubahan yang nyata di Sleman,” kata Reno usai acara fun bike dalam rangka memperingati HUT ke-74 Desa Condongcatur, di Lapangan Ganjuran, Manukan, Condongcatur, Minggu (8/12).

Reno menegaskan tidak ingin basa-basi. Apalagi dia sudah mengantongi 40 ribu lebih dukungan dari masyarakat. Ditambah nanti jika mesin politik sudah mulai bergerak. Dia yakin keran dukungan akan mengalir deras.

Dengan bekal 40 ribu lebih dukungan, artinya dia hanya tinggal mengumpulkan sekitar 18 ribu suara jika ingin maju sebagai calon independen. Namun, Reno memilih bijak dan berusaha merangkul partai. Pertimbangannya, nanti saat menjabat akan ada keseimbangan antara eksekutif dan legislatif. Sehingga tujuannya untuk menjadikan masyarakat Sleman sebagai raja di tanah sendiri bisa tercapai. “Kendaraannya tetap partai politik,” tegasnya.

Sejauh ini dia sudah berkomunikasi dengan seluruh parpol di Sleman, untuk menyatukan visi dan misi. Termasuk membangun komunikasi ke organisasi masyarakat (ormas) dengan basis massa banyak di Sleman. “Semua sudah dihubungi. Nanti kami akan berkomunikasi lebih intens lagi,” terangnya.

Salah satu dukungan muncul dari politisi senior PKB Sukamto. Pria yang juga anggota DPR RI periode 2019-2024 dan kerabat Reno ini tidak mau basa-basi. Dalam memberikan dukungan, Sukamto tidak ingin main-main. Dia mempersilakan Reno maju dari partai apa saja. “Di mana Reno, di situlah Kamto berada,” tandasnya.

Dia menyebut, dalam konstelasi politik ini para elite politik tidak bisa memandang sebelah mata elektabilitas Reno. Menurutnya, sosok Reno sudah memiliki daya tawar dan populer di kalangan masyarakat. “Acara sepeda saja bisa 8 ribuan orang yang datang,” ungkapnya.

Menyangkut Reno mencalonkan diri, adalah keputusan Reno dan keluarga. Namun dia meminta agar jangan mengaitkan ke parpol. Walaupun sosok Sukamto tak bisa dilepaskan dari PKB. “Karena keputusan itu harus dilakukan dalam forum politik partai,” jelasnya.

Sebagai keluarga Reno, Sukamto menargetkan bisa menggaet dukungan PDIP  dan PKB. Tapi dia tidak menutup kemungkinan untuk mempertimbangkan lamaran dari parpol lain. Hingga saat ini sudah banyak tokoh maupun partai yang berkomunikasi. “Kami sebagai keluarga siap untuk menanggapi dan mempertimbangkan,” katanya.

Sosok Reno, menurutnya, punya kapasitas dan kapabilitas dalam memimpin. Baik itu Sleman satu atau Sleman 2. Dia yakin munculnya Reno bisa menjadi alternatif yang nantinya membawa perubahan di Sleman. Ke arah yang lebih baik.

“Saya yakin ada perubahan walaupun saat ini Sleman sudah baik. Saya minta, nanti paling tidak bisa menyamai Pak Sri, syukur-syukur bisa melebihi Pak Sri,” tandas Sukamto. (har/laz)