RADAR JOGJA – Sebanyak tujuh judoka asal Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) memastikan diri berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020. Tujuh judoka itu yakni Toga Pramandita, Desi Arwanti, Muhammad Chandra, Arya Syanda, M. Zamroni, Aprilianda Adhi Timur, dan Desi Arwanti.

Setelah berlaga di ajang Kartika Cup pada Juli lalu, para judoka DIJ itu kembali digembleng ke sasana. Mereka berlatih keras untuk bisa tampil maksimal di ajang PON yang akan berlangsung kurang lebih setahun lagi.

Chandra mengungkapkan, saat ini dia dan tim judo DIJ sedang menunggu surat keputusan (SK) dari KONI DIJ. Surat keputusan tersebut dibutuhkan untuk bisa mengikuti berbagai turnamen uji coba jelang penyelenggaraan PON Papua 2020. “Kabarnya, kalau tidak Desember, ya Januari SK itu akan keluar,” kata Chandra kepada Radar Jogja Rabu (4/12).

Dia mengaku sudah berancang-ancang mengikuti turnamen jika SK tersebut keluar. Turnamen yang dibidik baik dalam negeri hingga turnamen level internasional. “Thailand Open, atau turnamen di Asia Tenggara yang lain,” jelas judoka yang akan turun di kelas -100 kilogram tersebut.

Chandra menyatakan cukup yakin mampu membawa pulang medali emas di ajang PON Papua. Kendati demikian, dia juga menyebut persaingan di PON nanti tidak akan mudah karena daerah-daerah lain juga melakukan persiapan diri dengan baik.

Judoka senior Toga Pramandita menyatakan optimisme serupa. Judoka berusia 33 tahun ini sempat dua kali meraih medali perunggu di gelaran PON sebelumnya.

Di PON Papua tahun depan, Toga ingin memperbaiki catatan pribadinya. ”Ya, pastinya saya punya target pribadi. Harapannya bisa dapat emas,” tandasnya. (cr12)