RADAR JOGJA – Sedia payung sebelum hujan. Pepatah tersebut sangatlah tepat menggambarkan pentingnya memiliki asuransi jiwa. Kehadiran asuransi jiwa memang tidak akan bisa mencegah kematian yang pasti akan datang. Namun, kehidupan Anda beserta keluarga bisa lebih tenang dan terhindar dari ancaman finansial yang diakibatkan kehilangan salah seorang anggota keluarga.

Di era digital saat ini, Anda semakin dimudahkan untuk mendapatkan asuransi jiwa. Ada beragam produk asuransi yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Perusahaan-perusahaan asuransi terbaik di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menyediakan kemudahan akses bagi Anda untuk mengumpulkan segala informasi, mulai dari ketentuan dalam polis hingga cara ajukan klaim asuransi jiwa..

Sayangnya, masih banyak orang yang terjebak dalam kesalahpahaman mengenai asuransi jiwa. Salah kaprah ini bisa berujung pada tidak dirasakannya manfaat asuransi jiwa secara efektif oleh pihak tertanggung. Bukannya terlindungi, mereka justru jadi terbebani akibat membayar premi yang tidak sesusai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Mengingat asuransi jiwa adalah kesepakatan jangka panjang, Anda harus memahami dengan baik apakah Anda benar-benar sudah membutuhkan asuransi jiwa. Jika Anda masing bingung, artikel ini akan coba membantu Anda mengetahui seluk-beluk lebih dalam mengenai bagaimana manfaat asuransi jiwa dirasakan oleh berbagai kalangan.

Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa memang penting. Namun, tidak semua orang membutuhkan manfaatnya. Jika orang tersebut masih menggantungkan hidupnya kepada Anda secara finansial, tentu tidak ada manfaatnya memiliki asuransi. Lebih baik uang yang Anda gelontorkan untuk membayar premi asuransi atas namanya dialokasikan untuk hal lain yang lebih penting, misalnya dana pensiun.

Golongan yang ideal memiliki asuransi jiwa adalah pencari nafkah keluarga. Apabila suatu keluarga mendadak kehilangan sosok tulang punggung akibat suatu musibah, tentu bukan hanya rasa duka mendalam yang ditinggalkan. Keluarga tersebut juga akan terbebani dengan ancaman finansial, mulai dari memenuhi kebutuhan ke depannya hingga beban-beban lain yang cukup besar seperti biaya medis atau pengurusan jenazah. Jika tidak dilindungi asuransi jiwa, bisa jadi kehidupan keluarga yang ditinggalkan akan menjadi kacau dan jauh dari kata sejahtera.

Asuransi jiwa juga bisa menjadi solusi apabila sang pencari nafkah tersebut memiliki utang dalam jumlah yang cukup besar. Utang ini bisa dari cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kendaraan bermotor, atau pun tagihan kartu kredit untuk membayar keperluan. Uang tanggungan yang diberikan perusahaan asuransi juga bisa dimanfaatkan untuk melunasi cicilan-cicilan tersebut. Asuransi jiwa juga wajib dimiliki untuk Anda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak yang masih kecil.

Bagi Anda yang bekerja di tempat yang memiliki potensi risiko tinggi, tentu asuransi jiwa juga akan membuat Anda lebih tenang. Jenis-jenis pekerjaan yang memiliki angka risiko tinggi tersebut di antaranya adalah pilot, pelaut, tentara, atau kontraktor. Pekerjaan yang membuat Anda banyak melakukan perjalanan luar kota atau luar negeri pun termasuk dalam kategori risiko yang besar.

Pilihan Asuransi Jiwa yang Tepat untuk Anda

Sebelum membeli asuransi jiwa, penting hukumnya untuk Anda mengetahui jenis-jenis asuransi jiwa. Anda wajib memperhitungkan dan memilih asuransi jiwa dengan baik supaya manfaatnya bisa dirasakan secara tepat guna. Apakah proteksi untuk keluarga adalah prioritas utama Anda? Apakah asuransi jiwa bisa memberikan manfaat lain seperti tabungan dan investasi?

Pada dasarnya, ada empat jenis asuransi jiwa yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Masing-masing jenis memiliki cakupan manfaat dan besaran premi yang berbeda-beda. Pertama, produk yang lazim digunakan adalah asuransi jiwa berjangka (term life insurance). Asuransi jiwa jenis ini memberikan proteksi kepada pihak tertanggung dalam jangka waktu tertentu, mulai dari lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun. Harga preminya cenderung tetap dan lebih terjangkau dibandingkan jenis-jenis asuransi jiwa yang lain.

Jenis asuransi jiwa lainnya yang juga banyak digunakan adalah asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance). Produk asuransi ini memberikan perlindungan seumur hidup. Namun, beberapa perusahaan asuransi membatasi manfaat perlindungan hingga 100 tahun lamanya. Asuransi jiwa ini dapat menjadi pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan perlindungan jiwa sekaligus tabungan untuk kebutuhan darurat. Namun, tentu saja harga preminya lebih tinggi daripada asuransi jiwa berjangka.

Ada pula asuransi jiwa dwiguna (endowment insurance) yang mencakup dua manfaat sekaligus, yaitu sebagai asuransi jiwa berjangka sekaligus tabungan. Anda sebagai pemegang polis dapat memperoleh nilai tunai dari premi asuransi yang sudah Anda bayarkan berupa uang pertanggungan (jika tertanggung meninggal dunia dalam periode tertentu) dan menarik polis asuransi dalam waktu tertentu sebelum masa kontrak berakhir. Premi asuransi jiwa jenis ini cukup besar, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulannya.

Satu lagi produk asuransi jiwa yang akan memberikan manfaat ganda adalah asuransi jiwa unit link. Jenis asuransi ini menggabungkan manfaat asuransi dengan investasi sehingga tepat bagi Anda yang tertarik berinvestasi sekaligus mendapatkan perlindungan. Selain jaminan perlindungan, Anda akan juga mendapatkan imbal hasil investasi dengan bunga yang cukup tinggi setiap tahunnya. Namun, sifat investasi dalam asuransi jiwa ini kurang signifikan bila dibandingkan dengan investasi murni, seperti saham dan reksadana.

Siapa Saja yang Membutuhkan Asuransi Jiwa?

Asuransi jiwa memang wajib dimiliki oleh siapa pun yang memegang peran sebagai tulang punggung alias pencari nafkah keluarga. Namun, hal ini bukan berarti Anda harus menunda-nunda untuk membeli asuransi jiwa. Meski belum berkeluarga, Anda tetap akan bisa merasakan manfaat yang efektif dari asuransi jiwa untuk kehidupan Anda.

Para konsultan keuangan pun bersepakat bahwa Anda memiliki banyak pilihan membeli asuransi jiwa, bergantung pada tahapan kehidupan yang sedang Anda jalani. Misalnya, jika Anda berencana membangun keluarga, sebelum memulainya adalah waktu yang tepat untuk membeli asuransi jiwa. Anda akan mendapatkan premi yang lebih murah dan bisa melindungi Anda sampai saatnya memiliki anak yang akan menggantungkan hidup pada Anda.

Saat membangun kehidupan berkeluarga, mungkin Anda diandalkan sebagai pencari nafkah. Meski pasangan Anda lebih banyak beraktivitas di rumah, bukan berarti hanya Anda yang membutuhkan asuransi jiwa. Tanggungan dari perusahaan asuransi dapat pula menanggulangi masalah finansial yang terjadi akibat tenaga kerja yang Anda butuhkan untuk mengerjakan segala macam tugas rumah tangga.

Meski asuransi jiwa penting keberadaannya dalam kehidupan berkeluarga, bukan berarti bersifat sebaliknya bagi mereka yang masih lajang. Salah satu alasan mengapa Anda yang belum menikah juga butuh asuransi jiwa adalah menanggulangi biaya-biaya medis dan kematian—suatu waktu Anda meninggal—yang bisa jadi dibebankan kepada orangtua Anda. Usia muda juga jadi saat yang tepat untuk membeli asuransi jiwa karena harga preminya cenderung jauh lebih murah dibandingkan Anda membelinya di saat memasuki usia 30 tahun.

Anda juga bisa mendaftarkan orangtua Anda untuk memiliki asuransi jiwa. Jika waktunya tiba dan Anda harus rela mereka tinggalkan, Anda akan mendapatkan tanggungan dari pihak asuransi yang bisa Anda jadikan sebagai investasi. Finansial Anda juga akan lebih stabil saat mereka harus menjalani perawatan akibat seiring tua dan semakin tinggi risiko terkena penyakit.

Asuransi jiwa juga akan memberikan proteksi yang efektif bagi Anda yang memiliki utang, seperti KPR dan cicilan-cicilan lainnya. Membeli polis asuransi jiwa yang juga memasukkan poin-poin ini bisa menjadi pilihan tepat daripada Anda harus membeli asuransi kredit secara terpisah. Nantinya, jika Anda meninggal dunia di saat cicilan belum lunas, aset-aset yang Anda miliki bisa diwariskan kepada keluarga.

Apakah Anak-anak Juga Butuh Asuransi Jiwa?

Banyak orang berasumsi bahwa anak-anak tidak butuh asuransi jiwa. Penyebabnya adalah anak-anak belum memiliki tanggungan dan jaminan dari pihak asuransi jiwa atas kematian mereka tidak akan memberikan manfaat yang signifikan.

Meski demikian, ada beberapa hal yang mesti Anda jadikan pertimbangan untuk membelikan asuransi jiwa kepada anak-anak Anda. Misalnya, mungkin saja Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan jangka panjang anak-anak Anda karena garis keturunan Anda atau pasangan Anda memiliki risiko penyakit bawaan. Jika anak telanjur kena penyakit tersebut dan kondisinya sudah parah, Anda bisa saja terbebani dengan biaya medis yang sudah tentu akan sangat mahal.

Bagi keluarga yang memiliki garis keturunan aman dari penyakit bawaan, membelikan asuransi jiwa untuk anak di saat mereka beranjak dewasa juga menjadi pertimbangan. Alasannya, polis asuransi jiwa nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tabungan untuk membantu mereka membangun kehidupan mandiri. Jika ini adalah pertimbangan yang cocok untuk Anda terapkan, membelikannya asuransi jiwa bisa jadi hadiah yang tepat dan bermanfaat saat mereka berulang tahun.

Hal lain yang perlu Anda perhitungkan adalah dampak psikologis yang akan membebani anggota keluarga saat kehilangan anak. Ya, anak-anak memang tidak memberikan dukungan finansial secara langsung. Namun, apabila sang buah hati meninggal, tentu Anda dan anggota keluarga lain akan merasakan beban mental yang bisa saja mempengaruhi kehidupan Anda secara signifikan. Anda akan membutuhkan bantuan psikologis supaya mental keluarga Anda dapat pulih dari rasa kehilangan mendalam akibat kehilangan anak.

Memang tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Namun, bukan berarti asuransi jiwa hanya bisa dimanfaatkan oleh pencari nafkah untuk melindungi keluarga. Dengan sudut pandang lain, kita bisa menjadikan asuransi jiwa sebagai sebuah siasat untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang dan aman, apa pun peran yang sedang kita jalani. (*/tif)