RADAR JOGJA – Empat laga tanpa kemenangan. Tiga kalah, satu kal imbang. Itulah hasil yang didapat PSS Sleman dalam beberapa pekan terakhir Liga 1 2019.

Nah, Kamis (28/11), tim berjuluk Super Elang Jawa itu kembali meraih hasil minor. Mereka ditundukkan Barito Putera dengan skor tipis 0-1 di Stadion Demang Lehman, Martapura.

Mungkin November bukan bulan yang bersahabat bagi PSS. Bagaimana tidak, sejak kekalahan 0-3 kontra PSIS Semarang pada 2 November lalu, tim besutan Seto Nurdiantoro itu seolah lupa bagaimana caranya untuk menang.

Hasil minor pun terus berlanjut. Ditahan imbang Bali United tanpa gol, Rabu (6/11), kalah tipis 0-1 saat menjamu Borneo FC, Rabu (20/11), dan terbaru kembali tumbang di kandang Barito Putera.

Selain tak pernah menang. Super Elja juga sedang dilanda paceklik gol. Tak mencetak gol di empat laga dan kebobolan lima gol. Kali terakhir, PSS meraih kemenangan saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya, (29/10) lalu. Kala itu Bagus Nirwanto cs sukses membekuk Green Force -julukan Persebaya- dengan skor 3-2.

Seto sangat menyayangkan hasil yang didapat kemarin. Menurutnya, ada faktor kelelahan yang dialami pasukannya. Sehingga gairah untuk memenangkan pertandingan tak begitu tampak. “Memang ada kekurangan dari kami,” ungkapnya.

Fakta di lapangan juga menunjukkan dominannya Laskar Antasari -julukan Barito Putera. PSS pun kecolongan ketika laga baru berjalan empat menit. Gol cepat Barito Putera dicetak Rafael Silva. Bomber asal Brazil itu sukses menceploskan gol ke sudut kanan penjaga gawang PSS Ega Rizky.

Bahkan, Barito memiliki kans menggandakan keunggulan pada menit ke-29. Beruntung, gol Yakob Sayuri dianulir wasit lantaran telah berada dalam posisi offside. Sebetulnya PSS tak bermain buruk. Hanya saja, beberapa peluang yang tercipta tak mampu di konversikan menjadi gol.

Seto berujar kekalahan ini menjadi cambuk bagi skuadnya. Banyak pekerjaan rumah (PR) yang akan dilakukan tim pelatih di sisa laga musim ini. “Ini menjadi evaluasi kami, mudah-mudahan ke depan kami akan tampil lebih baik untuk menyelesaikan kompetisi,” tandas pelatih berusia 45 tahun itu.

Selain itu, demi mengamankan posisi di papan klasemen, Seto ingin PSS tak lagi terpeleset. “Minimal tiga poin lagi supaya aman dari target awal,” katanya.

Bagi Laskar Antasari kemenangan ini sangat penting guna mentas dari jurang degradasi. Pelatih Barito Putera Djajang Nurdjaman mengaku sangat bersyukur. Juga memberi apresiasi kepada Rizky Pora dkk.

“Pemain punya semangat tinggi untuk mengejar kemenangan dan kami akan berusaha lagi untuk selamat dari zona merah,” papar pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Hasil ini, membuat PSS Sleman merosot ke posisi sembilan klasemen sementara dengan raihan 40 poin. Sedangkan Barito Putera berada di urutan 14 dengan 34 poin. (cr18/riz)