RADAR JOGJA – Menko Polhukam RI Mahfud MD menjadi saksi sekaligus membimbing mantan staf ahlinya di Parampara Praja DIJ Deviani Natalya Masahe menjadi mualaf, Kamis (28/11). Bertempat di Masjid Darul Ikrom yang terletak persis di depan rumah Mahfud.

Momen ini merupakan permintaan Devi sendiri untuk didampingi Mahfud. Mahfud menuturkan, jauh sebelum dia menjadi menteri, keinginan menjadi mualaf sudah Devi sampaikan lama. “Saya tanyakan, ya kalau mau masuk Islam, apa alasannya, mengapa kok saya yang diminta mensyahadatkan? Sampai saya sudah jadi menteri diulangi lagi dan terjadilah hari ini,” jelasnya.

“Ananda ini memutuskan masuk Islam tanpa ada siapapun yang memaksa, bahkan malah saya yang setengah dipaksa (Devi) mengislamkan dia,” sambung Mahfud agak bercanda.

Mahfud berpesan, agar Devi melaksanakan kewajibannya sebagai muslimah salah satunya salat lima waktu. Di akhir acara Devi juga diberi seperangkat alat salat yang diserahkan langsung oleh istri Mahfud, Zaizatun Nihayati.

“Mudah-mudahan ananda Deviani tetap teguh, dan kepada ayah dan ibunya, saya mengucapkan selamat atas hidayah ini, mudah-mudahan membawa berkah,” ucapnya.

Dalam kesenpatan tersebut Mahfud juga menyampaikan kepada semua yang hadir, bahwa agama itu sesungguhnya adalah persaudaraan. “Kita tidak boleh bermusuhan dengan agama apapun, bagi yang Islam adalah hidayah dari Allah,” katanya.

Sementara itu Devi sendiri mengaku keputusannya pindah agama tanpa paksaan dari siapapun dan mengalami proses yang panjang sebelum menjadi mualaf. “Bukan sebulan dua bulan saya mempersiapkan ini, sudah dari tahun lalu. Saya tumbuh dan besar dari keluarga yang berbeda agama jadi saya punya dua referensi agama, ibu saya muslim,” jelas perempuan kelahiran Bantul, 23 Desember 1992 ini.

Hingga ketika dewasa, dia memutuskan untuk menjadi mualaf karena banyak faktor. Salah satunya dari melihat lingkungan sekitarnya, termasuk lingkungan kerja selama di Parampara Praja DIJ melihat sosok Mahfud MD dalam kesehariannya. Itulah alasan kenapa Devi ingin dimbimbing oleh mantan pimpinannya itu saat membaca kalimat syahadat. 

“Beliau sangat menginspirasi saya karena memliki kerendahan hati dan saya juga sempat berdiskusi di situ tentang isu-isu yang sedang terjadi. Melihat pandangan dari Prof Mahfud sendiri memandang agama lain tidak membeda-bedakan seperti yang ada di media kebanyakan,” ungkapnya.

Lulusan Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Pariwisata UGM ini menjadi tenagah ahli di Parampara Praja DIJ sejak 2018. Saat dia bekerja sebagai PNS di Balai Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Ternate, Maluku Utara. (tif)