RADAR JOGJA – Jose Mourinho memilih Tottenham Hotspur sebagai klub ketiganya di Premier League setelah Chelsea dan Manchester United. Bukan ke Arsenal yang sebelumnya santer dikaitkan dengan Mourinho.

Itu seiring pertemuan pelatih berjuluk The Special One tersebut dengan Head of Football Arsenal Raul Sanllehi dalam sebuah acara makan malam akhir bulan lalu.

Lalu, kenapa Mou menerima tawaran Spurs? The Lilywhites memang masuk dalam big six Premier League (selain Manchester City, United, Chelsea, Arsenal, dan Liverpool). Tetapi, Spurs adalah klub yang paling tidak punya tradisi juara jika dibandingkan dengan lima klub lainnya.

Trofi terakhir Spurs adalah Piala Liga 2007–2008 di era pelatih Juande Ramos. Nah, justru dari sepinya rak trofi Spurs itulah Mourinho diharapkan sebagai oase.

Seperti diungkapkan Chairman Spurs Daniel Levy, rekam jejak Mourinho sebagai pelatih dengan koleksi 25 trofi di berbagai ajang menjadi pertimbangan utama. Alhasil, untuk kali pertama dalam sejarah, klub yang berumur 137 tahun tersebut memiliki seorang pelatih yang punya koleksi titel Liga Champions.

’’Jose (Mourinho) sangat kaya pengalaman, bisa memberikan inspirasi kepada pemain, dan pelatih andal. Kami percaya kedatangannya memberikan energi dan rasa percaya diri di ruang ganti kami,’’ tutur Levy kepada Daily Mail.

Menurut The Telegraph, keputusan memilih Mourinho tak ubahnya keinginan Spurs membayar utang kekalahan di final Liga Champions musim lalu.

Dengan pengalaman dua kali mengangkat Si Kuping Lebar –sebutan trofi Liga Champions– bersama FC Porto (2004) dan Inter Milan (2010), Mourinho punya kapabilitas melakukan hal yang sama bersama Spurs.

Kisah Roberto Di Matteo, yang berstatus pelatih pengganti di Chelsea tapi bisa memenangi Liga Champions musim 2011–2012, bisa jadi referensi bagi The Special One. Saat itu Di Matteo malah baru menggantikan Andre Villas-Boas tiga bulan sebelum musim berakhir.

Sudah menjadi rahasia umum pula bahwa Liga Champions menjadi daya magnet besar bagi Mourinho untuk mau menerima tawaran Spurs. Di Liga Champions musim ini, Spurs memang pernah dipemalukan di kandang sendiri oleh Bayern Muenchen dengan skor 2-7 (2/10).

Tapi, Harry Kane dkk saat ini menempati peringkat kedua di grup B dengan 7 poin. Tertinggal 5 poin dengan Bayern, tetapi unggul 4 angka dari peringkat ketiga Crvena Zvezda. Peluang The Lilywhites lolos ke fase knockout pun masih sangat terbuka.

Mourinho meyakini, Spurs musim ini masih memiliki gairah untuk menjadi pemenang. Dalam wawancara dengan The Coaches’ Voice bulan lalu, pelatih terbaik Premier League tiga kali itu memang hanya mau berada dalam tim dengan keinginan menang yang besar.

’’Jika datang kontrak yang sangat menggiurkan, katakanlah untuk sepuluh musim, tetapi targetnya hanya finis posisi ketujuh, delapan, atau sembilan, dengan cepat saya mengatakan bahwa klub tersebut tak pantas buat saya,’’ tuturnya kala itu. (JPC)