RADAR JOGJA – Ilmu tentang parenting tak hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah berkeluarga saja, melainkan layak diketahui oleh para mahasiswa. Sebab, di masa mendatang mereka akan menjadi orang tua dan dapat mencegah tindakan-tindakan kekerasan pada anak.

Berangkat dari situ Korps HMI-wati (Kohati) Cabang Jogjakarta periode 2019-2020 menyelenggarakan Seminar Parenting dengan tema Parenting Education for the Best Millenial Generation. Bertempat di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD DIJ.

Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) di lingkup DIJ seperti IMM, KAMMI, KMP Pascasarjana UIN, HMI Kukar serta Kohati HMI Cabang Bulaksumur. ”Juga mahasiswa dari berbagai kalangan mulai dari UIN Sunan Kalijaga, UAD, UMBY, Akprind, UST, UII dan UGM,” jelas Ketua Umum HMI Cabang Jogjakarta Kanda Mulkhan Andre Syahreza dalam pers rilisnya, Rabu (20/11).

Ketua Umum Kohati HMI Cabang Jogjakarta Sarah menambahkan, berdasarkan data DP3AP2 kasus kekerasan pada anak dari 2017 hingga 2018 mengalami peningkatan. Dari 414 menjadi 478 kasus.

”LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) mencatat kasus yang masuk hingga bulan Juni 2019 mencapai rata-rata puluhan kasus. Kasus ini meliputi kekerasan fisik, psikis dan seksual,” jelasnya.

Bermula dari keprihatinan masih tingginya kasus kekerasan pada anak di DIJ, mereka mengadakan seminar ini.  Dia mengungkapkan, anak menjadi ujung tombak kemajuan peradaban.

”Dengan menyadari pentingnya memahami parenting mulai dari usia muda diharapkan mahasiswa maupun pemuda memiliki kesadaran dan mampu mengurangi kekerasan pada anak di masa depan,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni anggota DPRD DIJ Dr Hj Yuni Satya Rahayu. Dilanjutkan pembahasan mengenai pendidikan anak oleh Yunda Dwi Puji Lestari, MPd serta Ki Sutikno dari KPAI Kota Jogja. (ila)