RADAR JOGJA – Daerah Pemilihan (Dapil) Sleman utara merupakan satu-satunya dapil yang tidak menyisakan unsur petahana di internal PDI Perjuangan. Dua orang wakil partai moncong putih dari dapil ini semuanya muka baru. Salah satunya adalah Sutemas Waluyanto.

Sutemas bergabung PDI Perjuangan tergolong belum lama. Dia baru menjadi anggota partai pada 2018 lalu. Yakni saat proses pendaftaran calon legislatif (caleg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) bergulir.

Sebelum bergabung ke PDI Perjuangan, Sutemas merupakan abdi negara. Tepatnya aparatur sipil negara (ASN). Dia menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Kecamatan Prambanan, Sleman.

“Saya staf biasa. Sebagai PNS saya netral. Sebelumnya saya tidak ikut partai politik mana pun,” tutur Sutemas saat berbincang-bincang di sela menyeleksi calon anggota Komisi Informasi Daerah (KID) DIY periode 2019-2023 di gedung DPRD DIY, kemarin (18/11).

Sutemas mengakui sebagai PNS tidak mungkin berpolitik. Apalagi menjadi anggota maupun pengurus partai. Dia memutuskan memilih PDI Perjuangan sebagai pelabuhan politiknya karena panggilan jiwa. “Keyakinan saya harus ikut PDI Perjuangan kalau mau mencaleg. Feeling saya terbukti benar. Pilihan politik saya tidak keliru,” katanya.

Keputusan ayah satu anak menjadi caleg dari PDI Perjuangan itu bukan tanpa risiko. Dia harus rela mundur dari PNS. Suami Nur Widayati ini mengundurkan diri dari PNS sekitar 1,5 tahun sebelum pensiun.

Tahapan pendaftaran caleg Pemilu 2019 dimulai sejak 17 Juli 2018. Sutemas sebenarnya baru purna pada 1 Januari 2020. Maklum dia dilahirkan pada 16 Desember 1961.  PNS yang tidak menduduki jabatan eselon I dan eselon II pensiun di usia 58 tahun.

Pria yang tinggal di Tempel Kledokan, Selomartani, Kalasan, Sleman memutuskan meninggalkan posisi sebagai PNS karena mengemban visi ke depan. Dia ingin menjadi wakil rakyat demi perjuangan menyejahterakan rakyat.

“Perjuangan politik itu hanya bisa diwujudkan dengan menjadi anggota dewan. Motivasi itulah yang mendorong saya mengabdi sebagai wakil rakyat,” tegasnya.

Saat Pemilu 2019, Sutemas mendapatkan dukungan sebanyak 16.295 suara. Di internal partainya, dia berada di urutan kedua. Sutemas saat ini duduk sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY. Oleh fraksinya, dia ditugaskan di Komisi A. Bidang tugasnya menyangkut masalah pemerintahan. Selain itu juga dipercaya menjadi anggota badan musyawarah (Bamus).

Dengan penugasan itu, alumnus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta ingin mencurahkan perhatian yang lebih bagi masyarakat. Baik yang memilih atau tidak memilihnya. “Kalau saya memprioritasnya mereka yang memilih saya, tentu wajar,” katanya.     Dia ingin masyarakat di Dapil Sleman utara mendapatkan perhatian atas kebijakan pembangunan DIY.

Banyak persoalan yang dihadapi masyarakat yang harus diselesaikan. “Kebijakan itu harus bermuara dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Tugas dewan mengawal kebijakan itu agar tepat sasaran dan sesuai yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Sutemas. (kus)