RADAR JOGJA – Polemik pembayaran gaji para pemain PSIM Jogja menemui titik terang. Sebanyak 10 dari 11 pemain yang baru masuk ke putaran kedua telah menerima gaji mereka di bulan Oktober.

Kesepuluh pemain tersebut adalah Witan Sulaeman, Mahrus Bahtiar, Junius Bate, Saldy Amiruddin, Aji Bayu Putra, Nugroho Fatchu Rohman, Sutanto Tan, Hendra Wijaya, Syaiful Indra Cahya, dan Al Amin Fisabillah.

Kesepuluh pemain tersebut juga sudah sepakat gaji mereka juga hanya akan dibayarkan pada sampai bulan November. Tidak sampai Desember seperti kontrak awal ketika mereka datang di putaran kedua yang lalu.

Kabar mengenai kesepakatan antara pemain dan manajemen PSIM Jogja itu diungkapkan oleh Junuis Bate. Pemain yang biasa bermain di posisi pemain belakang itu mengakui tentang adanya pertemuan antara para pemain PSIM yang masuk di putaran kedua dengan pihak manajemen.

“Ya kami dan manajemen sudah sepakat gaji dibayar full sampai November,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jogja, Rabu (13/11).

Sebelumnya, para pemain yang datang di putaran kedua kompak melakukan protes di Instagram. Syaiful Indra dan kawan-kawan itu mengunggah foto dengan nada protes dan mempertanyakan kepastian gaji mereka akan dibayarkan oleh manajemen Laskar Mataram.

Namun berbeda dengan 10 rekannya yang lain, Aldaier Makatindu masih enggan menerima negosiasi yang ditawarkan manajemen PSIM Jogja. Pemain pinjaman dari PSIS Semarang itu masih menginginkan gajinya dibayar sampai bulan Desember. “Saya ngga mau negosiasi, sesuai prosedur kontrak dan harusnya gaji saya dibayar sampai bulan Desember,” jelasnya.

Sementara itu, CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto menyatakan belum mendapatkan kabar yang lengkap mengenai negosiasi antara manajemen PSIM dan para pemain tersebut. “Saya belum dikabari soal itu, setelah ada kabar kami akan pikirkan langkah selanjutnya,” tandas pria asal Semarang itu. (cr12/riz)