RADAR JOGJA – Bagi keluarga, Djaduk Ferianto adalah sosok yang suka guyon sekaligus disiplin. Djaduk akan memberikan segala energi dan pikirannya untuk sebuah project yang sedang dia kerjakan.

Menurut sang kakak, Butet Kertaradjasa, Djaduk mengalami serangan jantung dan meninggal di pangkuan istri tercinta. Baru kemudian didatangkan dokter untuk memastikan kondisi Djaduk.

”Kami tidak tahu pasti apa penyebab pastinya serangan jantung ini. Tapi akhir-akhir ini Djaduk memang seangat sibuk latihan musik dan persiapan Ngayogjazz yang rencananya akan dibuka oleh Mahfud MD,” ujar Butet, Rabu (13/11).

Butet menuturkan, Djaduk memang dikenal sebagai pekerja keras, disiplin, dan perfeksionis. Dia pun sangat bisa memahami kesibukan sang adij, apalagi setiap yang dilakukannya menyedot energi dan pikiran.

”Semestinya Djaduk akan menyutradari pementasan Teater Gandrik di Surabaya, berencana tanggal 14 November itu latihan perdana, tapi kami belum tahu apakah pementasan tersebut diteruskan atau dihentikan,” jelasnya.

Sebab, lanjut Butet, butuh waktu untuk menata hati. Tapi yang jelas Ngayogjazz tetap dilanjutkan sebagai monument-nya Djaduk.

Saudara Djaduk lainnya, Otok Bima Sidarta menambahkan Djaduk memang dikenal sebagai sosok yang disiplin. ”Sikap disiplin Djaduk ini, mirip sekali dengan bapak. Djaduk adalah orang yang suka gojek, usil, lucu, ngguyoke, tapi juga disiplin kalau sudah melakukan sesuatu,” ungkapnya. (dwi/ila)