RADAR JOGJA – Seniman musik Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu dini hari (13/11) sekitar pukul 02.30 WIB. Djaduk meninggal di usia 55 tahun.

Menurut kakak Djaduk, Butet Kertaradjasa, Djaduk meninggal karena serangan jantung. Butet mengatakan, di hari-hari terakhirnya sebelum meninggal, Djaduk memang sangat sibuk latihan menyiapkan gelaran Ngayogjazz 2019, 16 November nanti.

“Rencananya akan dibuka oleh Mahfud MD. Kawan-kawan pendiri Ngayogjazz, sudah diperintahkan naik pangung mendampnngi Pak Mahfud,” kata Butet kepada wartawan di rumah duka.

Butet mengatakan, saudaranya itu memang dikenal sebagai sosok yang pekerja keras dan disiplin. Ketika menyiapkan segala sesuuatunya sangat perfeksionis.

Dia dan kawan-kawannya sangat memahami ketika setiap persiapan yang dilakukan Djaduk, menyedot energi dan konsenstrasi. Yang berlebih dari dosisnya.

“Itulah Djaduk,” kata Butet.

Butet juga mengatakan, dini hari tadi baru pulang dari Surabaya. Membahas pementasan Teater Gandrik pada Desember mendatang. Rencananya latihan akan dimulai 14 November besok. Butet belum tahu apakah rencana itu tetap akan dilanjutkan atau tidak.

Mengingat biasanya, pementasan Teater Gandrik penuh dengan humor, full dengan kejenakaan. Dia tidak bisa membayangkan perasaan hati pemain jika harus berlatih dengan situasi seperti saat ini. Hal itu tentu perlu perjuangan besar. “Terutama nata ati,” tuturnya.

Sementara itu untuk Ngayogjazz, Butet berharap terus dapat terlaksana sebagai wujud monumen berkesenian terakhir Djaduk Ferianto. (riz)