RADAR JOGJA – Tim Sepak Bola Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terus mematangkan persiapan jelang berlaga di ajang Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON), November ini. Sebelumnya telah terjaring 25 pemain dari dua tahap seleksi yang dilakukan.

Mereka adalah M Arif Kurniawan (Persebi Boyolali), Yoga Pratama (PSIM), Al Risqi (PSIM), Agung Santoso (PSS U-20), M Hamdan Zamzani (Babel United), M Febriansyah (PSS U-20), Arif Agung Musthofa (Sleman United), Martua Sandeni Sidabutar (Sleman United), Galang Panji Asmara (Tunas Jogja), Wahid Noer (tanpa klub).

Kemudian, Fajar Dikiyan (Sleman United), Aswandanu Bagas (Sleman United), Harry Kusuma (Sleman United), M Reza Anshary (Sleman United), Adesius Roland (Sleman United), Rahmad Sofhyan (Sleman United), M Lukman (Tunas Jogja) dan Anggita Bima (Rajawali FC).

Lalu selanjutnya Bagus Andhika Putra (Sleman United), M Ikhwan Hanif (Tunas Jogja), Gigih Satria (Protaba Bantul), Doni Muhammad Shaban (Persikup U-17), Syifa’a Sannishara (PSS U-20), dan Anjas Krismantoro (Sleman United).

Namun, satu pemain dinyatakan mengundurkan diri karena alasan pendidikan. Dia adalah gelandang milik klub Protaba Bantul Muhammad Ridwan. “Dia agak berat jika harus meninggalkan kuliahnya,” kata pelatih Tim Sepak Bola Pra-PON DIJ Erwan Hendarwanto.

Selanjutnya, ke-24 pemain tersebut akan digeber latihan secara intensif. Juga fokus ke semua aspek, baik secara teknik, taktik, dan peningkatan fisik.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu, tim ini telah menggelar dua pertandingan ujicoba. Hasilnya cukup memuaskan. Di pertandingan pertama Yoga Pratama dkk berhasil mengalahkan Samba dengan skor 5-0, Jumat (1/11).

Lalu menundukkan klub asal Sleman Porab Balecatur dengan skor tipis 1-0 di Lapangan Tamanan, Bantul, Sabtu (2/11).

Nah, rangkaian ujicoba tersebut dilakukan untuk melihat kualitas keseluruhan pemain. “Kalau hanya melakukan game internal cukup sulit. Karena kualitas pemain kan cukup merata,” ujar Erwan. (cr18/din)