RADAR JOGJA – Hari ini, puncak pesta basket pelajar SMA se-Jogjakarta digelar di GOR UNY. Final party Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019 mempertemukan dua tim putri, SMA Stella Duce 1 Jogja (Stece) dan SMAN 2 Jogja (Smada). Di sektor putra, bakal berlaga SMA Bopkri 1 Jogja versus Smada.

Duo tim basket Smada sama-sama bisa meraih tiket final party. Keduanya juga ingin meraih champions. Namun, Stece dan Bosa pun memiliki keinginan yang sama.

Sejak Honda DBL D.I.Jogjakarta Series digelar pada 2008, Stece telah berhasil menjadi champions sebanyak enam kali. Torehan sebanyak itu menjadikan Stece sebagai pemegang rekor champions terbanyak di Honda DBL D.I.Jogjakarta Series.

Sore (2/11) nanti, raihan gelar Stece tersebut bisa saja bertambah menjadi tujuh. Syaratnya, mereka harus bisa mengalahkan Smada di final party.

Skuad Stece tampil dominan di sepanjang keikutsertaan mereka di Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019. Sejak fase grup, Miracle Astrid Widjanarko dkk kerap menang dengan selisih skor besar.

Di babak fantatstic four alias semifinal, Stece mengalahkan SMAN 4 Jogja (Patbhe) dengan skor 35-26. Di sisi lain, Smada menjadi salah satu tim kejutan.

Audrey Gunajaya cs berhasil mengalahkan tim-tim yang sebenarnya cukup diunggulkan. Termasuk ketika mereka mengalahkan SMAN 3 Jogja (Padmanaba) di babak semifinal dengan skor tipis 55-52.

Pelatih Stece Andreas Agus Arjatmoko bersyukur tim asuhannya kembali merasakan berlaga di final party. Dia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Stece. Agus bertekad membawa Stece kembali menjadi champions. “Semoga kami bisa menampilkan permainan terbaik di final,” kata Agus.

Kendati memegang status tim yang lebih diunggulkan, Agus enggan meremehkan Smada. Laju Smada hingga final perlu mendapat apresiasi. “Di babak final semua bisa saja terjadi,” jelasnya.

Pelatih Smada Andhika Putra menyatakan persiapan tim asuhannya jelang laga final sangat bagus. Bahkan, Smada sempat mendapatkan rehat satu hari jelang final.

Andhika menekankan pemainnya untuk tampil tanpa beban. Lantaran sejak awal, sedikit pihak yang menyangka Smada bisa melaju ke final. “Perjuangan anak-anak luar biasa,’’ ujar Andhika.

Dia menyatakan tidak ada satu pemain pun di timnya yang mengalami cedera. Seluruh tim asuhannya siap dimainkan di final. “Kondisi anak-anak sangat siap tampil,” tegasnya. (cr12/iwa/rg)