RADAR JOGJA – Gelaran Honda Developmental Basketball League (DBL) D.I.Jogjakarta Series 2019 kian mendekati babak puncak pada Sabtu (2/11) di GOR UNY. Selain gelar juara, ada satu gelar di level individu yang menjadi idaman para pemain. Gelar tersebut adalah MVP alias Most Valuable Player.

Di sektor putra, beberapa pemain difavoritkan mendapatkan gelar MVP tahun ini. Kebetulan, dua di antaranya akan bersaing di babak final. Dua pemain putra tersebut, Dearren Alvado Glendyap dari SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa) dan Jabbal Shabran Syakur dari SMAN 2 Jogja (Smada).

Dearren terus menjadi salah satu andalan Bosa di sepanjang laga Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019. Bemodalkan postur tinggi tegap, Dearren kerap memenangkan duel-duel udara. Pemain bernomor punggung 22 itu juga kerap menjadi sumber poin utama bagi Bosa.

Kendati menjadi salah satu favorit meraih gelar MVP, Dearren merendah. Menurutnya masih banyak pemain lain yang juga layak meraih penghargaan itu.

“Yang paling penting (bermain maksimal) untuk tim dulu. Bagaimana kami bisa bermain dengan baik melawan Smada,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jogja kemarin (31/10).

Terkait laga final kontra Smada, Dearren menyebut ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dari calon lawannya tersebut. Salah satunya adalah duet andalan Smada, Jabbal Shabran Syakur dan Yonathan Pratama Adisatmoko. “Jabbal sama Tama (Yonathan), mereka itu kaya kombo gitu,” jelas Dearren.

Di sisi lain, Jabbal Shabran merasa bersyukur bisa berlaga di final party Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2019. Keberhasilan itu terasa jauh lebih indah jika melihat target awal Smada yang hanya mengincar posisi di babak fantastic four.

Terkait peluangnya meraih gelar MVP, Jabbal mengaku akan sangat senang jika bisa meraih penghargaan itu. Gelar MVP bisa jadi hadiah manis atas kerja kerasnya selama ini dalam berlatih maupun bertanding. “Tapi, yang paling penting, saya bisa mengharumkan nama Smada dulu,” tegas Jabbal. (cr12/iwa/rg)