RADAR JOGJA – Bagi kaum urban, konsep hunian dengan fasilitas komprehensif, harga terjangkau, dan lokasi strategis menjadi pilihan untuk tinggal. Seperti konsep co-living yang kini makin banyak diminati masyarakat.

Dilansir dari jawapos.com, Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto mengungkapkan, konsep co-living mirip seperti kos-kosan, di mana fasilitas umum dapat dipakai bersama-sama penghuni lain.

Dia mengungkapkan, pemain apartemen/hunian sewa di tengah kota lebih diperuntukan bagi kelas menengah atas, sehingga kelas menengah bawah lebih memilih hunian berupa kos-kosan.

”Hal itu terlihat dari jumlah pekerja kelas menengah yang tinggal di tengah kota belum banyak. Dari sisi bangunan, ada pengelola yang mengklaim properti yang dikelolanya itu co-living, tapi konsepnya masih kayak apartemen biasa, belum ada sesuatu yang mencirikan kalau itu co-living,” tuturnya.

Ferry menjelaskan, apabila ada konsep hunian seperti apartemen yang ukurannya bisa diperkecil dan dibentuk co-living dengan harga mendekati kos-kosan akan banyak peminatnya. Properti yang harus digerakkan itu yang bisa menjangkau end user dan bisa diterima soal harga, konsep dan lokasi seperti co-living ini.

Menurutnya, potensi dan peluang bisnis untuk menciptakan hunian co-living masih terbuka lebar. Pengembangan co-living opsinya bisa bermacam-macam, contohnya developer yang bangun, terus menjual ke investor untuk disewakan. Atau developer mendirikan satu bangunan untuk co-living lalu dikelolanya sendiri.

Peluang konsep hunian co-living ini dilirik PT Hoppor International atau yang lebih dikenal dengan nama Kamar Keluarga. CEO Kamar Keluarga Charles Kwok mengatakan, pihaknya telah melihat potensi ini sejak beberapa tahun lalu.

Saat ini kamar yang dimiliki Kamar Keluarga ada sebanyak 2.041 di 75 lokasi strategis dan gampang diakses oleh transportasi umum yang berada di Jabodetabek dan Bandung. Menurut Charles, 5 strategi ditempuh Kamar Keluarga dalam mengembangkan bisnisnya. Di antaranya, Kamar Keluarga membantu pemilik tanah membangun properti dan nantinya menggunakan sistem bagi hasil. (jpc/ila)