RADAR JOGJA – Manchester City menang besar 8-0 dari Watford, Sabtu (21/9) di Ettihad Stadium. Namun rekor kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Inggris masih atas nama rival mereka, Manchester United.

Seperti dikutip dari setanmerah.net, rekor MU itu dicetak pada 4 Maret 1995. Yaitu saat mengalahkan Ipswich Town dengan skor 9-0. Bintang utama United dalam kemenangan tersebut adalah Andy Cole. Striker yang saat itu baru berusia 23 tahun tersebut tampil menggila dengan memborong lima gol.

Inilah kali pertama di Premier League ada seorang pemain yang bisa mencetak lima gol. Empat gol lainnya kemudian masing-masing dicetak oleh Mark Hughes (2 gol), dan masing-masing satu dari Roy Keane dan Paul Ince.

Kegemilangan Cole saat itu datang pada waktu yang tepat. United saat itu sedang bermasalah di lini depan karena kehilangan Eric Cantona yang dihukum delapan bulan dikarenakan insiden tendangan kungfu.

Sir Alex Ferguson kemudian bergerak mencari pengganti Cantona. Dan pilihan tersebut jatuh ke diri Cole. Dengan dana 7 juta paun plus Keith Gillespie, Cole menjadi pemain termahal Inggris saat itu.

Gol pertama Cole di laga tersebut terjadi pada menit ke 24 setelah Roy Keane membuka keunggulan delapan menit sebelumnya. Pada menit ke 37, Cole membuat brace setelah memanfaatkan rebound dari sepakan salto Mark Hughes yang membentur mistar.

Setelah turun minum, Cole semakin bersemangat untuk mencetak gol. Dua gol lagi berhasil ia cetak pada menit ke 53 dan 65. Gol kelimanya kemudian dibuat pada menit ke 89. Hasil ini adalah pembalasan dari kekalahan enam bulan sebelumnya di Portman Road. Ketika itu, para pemain Ipswich mengalahkan Setan Merah 3-2.

Kekalahan tersebut masih membekas bagi para penggemar Ipswich. Andy Mitten, penulis buku Man United Story, pernah mengungkapkan kalau skor 9-0 akan selalu terngiang-ngiang apabila Ipswich akan bertemu dengan Manchester United. Beruntung sejak 2002, kedua kesebelasan ini tidak pernah lagi bertemu di Premier League karena The Tractor Boys sudah terdegradasi.

“Kekalahan 9-0 di Old Trafford pada Maret 1995 tidak akan pernah hilang dari ingatan kami ketika nama Manchester United disebutkan. Meski kejadian itu sudah lama terjadi, namun tetap saja kalau itu adalah kekalahan terburuk kami,” tutur salah satu penggemar Ipswich.

Bagi fans Ipswich, yang lebih menyedihkan adalah kekalahan tersebut menjadi rekor kekalahan terbesar di Premier League. Penggemar Ipswich hanya berharap ada kesebelasan yang kalah 10-0 tiap musimnya.

Sementara bagi Andy Cole, pertandingan ini menjadi tonggak kesuksesan kariernya bersama United. Hingga akhir musim 1994/1995, Cole mencetak 12 gol dalam 18 pertandingan. Berselisih tiga gol saja dari top skor klub saat itu, Andrei Kanchelskis.

“Saya bangga menjadi pemain pertama yang bisa mencetak lima gol di Premier League. Tapi saya justru tidak bisa mengingat gol tersebut karena ada orang lain juga. Orang-orang kerap mendatangi saya sepanjang waktu dan bertanya apakah saya ingat gol-gol tersebut.

Namun saya tidak pernah lagi mengingat gol-gol saya. Orang-orang justru memiliki ingatan yang lebih jelas dibanding saya,” tutur Cole beberapa tahun lalu.

Sayangnya, kemenangan 9-0 tersebut berakhir sia-sia bagi Manchester United. Sebab di akhir musim, mereka gagal mempertahankan gelar Premier League. Setelah kalah selisih satu poin saja dari Blackburn Rovers yang akhirnya menjadi juara. Nasib United bertambah perih ketika beberapa pekan setelahnya, mereka kehilangan gelar Piala FA setelah kalah dari Everton di partai final. (riz)