RADAR JOGJA – Bartender atau peracik minuman di bar dan kafe biasa dikenal akrab dengan alkohol. Padahal, bartender atau yang juga disebut mixologist pun ada di dunia teh.

Bartender teh profesional asal Belanda Robert Schinkel mengungkapkan, perkembangan bartender di Indonesia menurutnya semakin meningkat. Bagaimana profesi ini dikerjakan dengan serius, ditambah didukung dengan adanya kompetisi-kompetisi bartender.

”Saya selalu kagum dengan adanya progress dari para peserta kompetisi bartender, mereka menyiapkan cerita di balik minuman dengan baik, penyajian yang bagus,” ungkap Robert di sela acara Dilmah Mixology Playoff di Hyatt Regency Jogjakarta, Selasa (10/9).

Global Brand Ambassador Dilmah ini menjadi juri dalam acara tersebut. Baginya, adanya kompetisi seperti ini memberi panggung bagi para bartender untuk menampilkan dan mengembangkan talentanya dalam meracik teh.

Selain Robert, ada juga Agung Prabowo, seorang bartender profesional asal Indonesia yang berkarir di Hong Kong. Ketika kembali ke Tanah Air, dia mengungkapkan melihat banyak evolusi di dunia bartender Indonesia. ”Bartender nggak cuma pekerjaan, tetapi karir dan passion,” ujarnya.

Saat meracik teh, lanjut Agung, bartender harus memperhatikan keseimbangan rasa dan kepekatan teh. Dengan teknik apapun, seberapa kreatif dan inovatif dalam membuat dan menyajikan minumannya. Meskipun ketika disajikan dalam bentuk cocktail (minuman beralkohol) komposisi teh harus lebih besar daripada jumlah alkoholnya.

”Saya ingin memberi tahu bahwa karir bartender sangat potensial dalam dunia teh, jadi bukan hanya bad side yang dikenal dengan alkoholnya, tapi tentang seninya,” tegasnya.

Dilmah Tea Indonesia sudah ke empat kalinya menggelar kompetisi bartender teh, Dilmah Tea Mixology Playoff, Selasa (10/9) hingga Rabu (11/9). Jogja terpilih menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan tahun ini. Setelah pertama kalinya digelar di Jakarta pada 2013, Bali pada 2015, dan Surabaya pada 2016. Bertempat di Hyatt Regency, ajang ini diikuti 23 bartender dari hotel-hotel dan kafe di Jogjakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. (tif/ila)